Jangan kasih ngantuk!

“Aduh, pada ngantuk, tarunduh itu ibu-ibu. Dikeraskan atuh suaranya. Ulah laun kitu (= Jangan pelan begitu),” bisik seorang tenaga lapangan pada rekannya waktu sesi praktik bersama warga. Sebetulnya akar persoalan membuat ngantuk tidak semata urusan keras suara. Ada persoalan isi pembicaraan, penataan kalimat, atau bahkan mungkin juga kesehatan orang (kalau anemia kan mudah ngantukan). Tapi … Baca Selengkapnya

Pelatihan Interpersonal Communication for Behavior Change

Melihat sejarah, pandemi berulang setiap abad. Sekarang giliran kita menghadapi COVID-19. Tujuh bulan berlangsung, banyak korban berjatuhan. Jangan menunggu, ambil peran sebagai pejuang komunikator cegah COVID-19! Buat aksi dan cerita untuk kita sendiri. Hanya terjadi 100 tahun sekali. Ini giliran cerita kita. Pelatihan Interpersonal Communication for Behavior Change ditujukan untuk siapa saja yang ingin menjadi … Baca Selengkapnya

Rumusan lagu untuk alat perubahan perilaku

Lagu-lagu bertemakan COVID-19 berseliweran di WAG, sosial media dan kadang media mainstream. Sebagai alat edukasi, upaya ini bagus dan sesuai situasi komunikasi. Orang-orang kan mulai jenuh, bahkan tidak sedikit yang emosi mendengar edukasi COVID-19. Apalagi mereka yang terganggu penghidupannya gara-gara pandemi, bisa tumpah kekeselan mereka mendengar orang edukasi COVID. Lagu  adalah bentuk edutainment atau education … Baca Selengkapnya

Seri teknik fasilitasi favorit: Trade Show

Bahasa Indonesianya pameran dagang tapi karena kurang populer, biarlah disebut trade show saja. Trade show termasuk salah satu teknik fasilitasi kelompok yang suka saya terapkan. Dinamikanya dapat. Orang juga lebih asyik berinteraksi dan tidak bosen karena duduk melulu. Kalau kita punya 3 orang yang akan menyajikan hasil diskusi kelompok (atau bisa juga 3 narasumber – … Baca Selengkapnya

Bertanya tapi sudah punya jawaban

“Ah, basa-basi. Bilangnya perlu masukan, ternyata sudah punya pendirian. Ngapain repot-repot tanya pendapat orang sih?” Adakalanya kita menanyakan pendapat tim kita, rekan kerja, kawan, saudara, istri, atau anak dalam posisi kita sudah memiliki pendapat sendiri yang kuat. Hal wajar dengan berbagai alasan. Bisa karena kita ingin mendapat ide yang mungkin lebih cemerlang, mencari pembanding, masih … Baca Selengkapnya

Taktik Menghadapi Norma Negatif Virus Corona

Corona sudah dua tiga langkah lebih maju dari intervensi perubahan perilaku. Ketinggalan. Kabar sejumlah edukator lapangan menunjukkan ketinggalan yang lumayan jauh. Edukator di sejumlah daerah di Jabar, NTB, dan Papua melaporkan norma negatif mulai berkembang. Orang yang pakai masker diolok-olok. Dilihatin. Di satu daerah, rekan edukator bahkan tidak bisa pakai masker saat bekerja ke komunitas … Baca Selengkapnya

Kecakapan komunikasi seorang pemimpin

Ketidakpatuhan sebagian besar warga pada protokol kesehatan sebetulnya bisa ditarik menjadi kegagalan kepemimpinan komunikasi. Saat wabah melanda pemimpin mestinya tampil menunjukkan kecakapan komunikasi yang menginsiprasi dan memotivasi warga. Membuat tenang saat warga panik. Menyemangati waktu mulai kelelahan. Atau menggambarkan jalan keluar saat kebingungan melanda. Termasuk, mengajak warga selalu menjaga jarak, pakai masker, dan sering cuci … Baca Selengkapnya

Komunikasi sebagai syarat perlu bukan syarat cukup

Sampaikanlah dariku walau satu ayat.Hadist populer tentang komunikasi itu suka saya singgung dalam pelatihan komunikasi antarpribadi, termasuk urusan COVID-19. Tujuannya mendorong relawan berkomunikasi dengan sikap mental tertentu. Banyak relawan bertanya-tanya bahkan sangsi, apakah komunikasi yang dilakukan dapat merubah perilaku? Kalau merujuk pada hadist di atas, memangnya menyampaikan satu ayat bisa merubah perilaku? Kalau tidak bisa, … Baca Selengkapnya

Konflik yang menguatkan persaudaraan

Gara-gara pandemi anak-anak lebih sering di rumah. Yang sebelumnya sibuk dengan kawan masing-masing, sekarang lebih banyak berinteraksi di rumah dengan adik kakaknya. Apakah semakin sering berinteraksi membuat persaudaraan semakin kuat? Bisa ya, bisa tidak. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah konflik. Semakin sering interaksi sebetulnya membuat semakin banyak peluang konflik. Dan bagaimana konflik itu diatasi … Baca Selengkapnya

Edukator Jalanan

Relawan edukasi COVID-19 lebih sering melakukan aksinya di jalanan, tempat warga lalu lalang atau berkumpul-kumpul. Jalanan besar, kecil atau lorong-lorong di perkampungan atau pasar. Edukator tidak diam di tempat. Mereka bergerak, berpindah, berjalan kaki. Makanya disebut edukator jalanan. Beda dengan di jaman normal baheula di mana edukasi dilakukan di ruangan-ruangan. Balai desa atau bisa juga … Baca Selengkapnya

Kenapa harus menyapa yang memakai masker juga

Salah satu tugas harian relawan edukator jalanan COVID-19 adalah menyapa atau mengingatkan warga yang tidak memakai masker dan warga yang pakai masker di lingkungannya atau seketemunya. Umumnya relawan tidak mempertanyakan perkara menyapa warga yang tidak pakai masker. Tapi, kenapa harus sapa mereka yang pakai masker? Ada dua hal, buat yang disapa dan yang menyapa. Saat … Baca Selengkapnya

Agar pesan orang muda diterima orang lebih tua

Tidak sedikit relawan edukasi jalanan COVID-19 adalah orang muda atau bahkan remaja. Menghadapi orang yang lebih tua, mereka perlu taktik memberi saran agar tidak terdengar sok tahu dan bagi mereka sendiri lebih nyaman. Salah satu teknik yang bisa dimanfaatkan adalah hidden suggestion (Meyer, 2006). Teknik ini menghindari kesan pemberi pesan sebagai orang yang sok tahu. … Baca Selengkapnya

Belajar Bersama dalam Keramaian

Beberapa tenaga kesehatan pernah mengungkap pesimisme menjalankan sesi belajar bersama di Posyandu. “Posyandu itu ramai banget. Anak-anak pada nangis, rewel. Sebagian ibu-ibu ngobrol. Saya sudah minta tenang tapi ga bisa. Sulit buat sesi belajar bersama di Posyandu. Apalagi berharap perubahan perilaku,” ungkap salah satu nakes. Kalau Posyandu itu ribut alias ramai, memang betul (setidaknya, untuk … Baca Selengkapnya

Jangan salahkan khalayak (bila perilakunya tak seperti harapan)

Sekitar 20 tahun lalu, senior saya Victor Menayang (alm), menegur, “Lu jangan nyalahin para perambah hutan untuk kegagalan program.” Saya tanya, “Emang kenapa, mas?” Dia orang Manado tapi antarkolega di kampus semua senior dipanggil mbak atau mas atau bang. Yang tua pun demikian. Kecuali beberapa yang jaim. “Kita ini urusannya komunikasi, bukan polisi.” Dia memberi … Baca Selengkapnya