Jangan nasihati kalau tidak paham masalah komunikasinya

Melihat perilaku yang keliru kita kadang terburu nafsu ingin memberi nasihat. Keputusan yang berbahaya. Jangan nasihati orang kalau Anda belum memahami masalah komunikasinya. Bukan menyelesaikan masalah tapi malah bisa buat situasi tambah runyam. Contohnya begini. Semisal anak Anda pulang sekolah dengan wajah acak-acakan, pakaian kotor, dan sedikit robek. Cepat Anda tahu dia habis berkelahi. Perilaku … Baca Selengkapnya

Kelompok Orang Tidak Pakai Masker dan Opsi Intervensi

Sebelum berkomunikasi tentang masker kita perlu tahu siapa yang diajak bicara. Bagaimana pengetahuan atau sikap mereka? Supaya nanti komunikasinya nyambung dan pesan bisa diterima. Cerita-cerita relawan dan tenaga kesehatan ditambah ngobrol dengan sejumlah orang, sementara ini, didapat 3 kelompok dengan kadar masalah komunikasi (sebab tidak pakai masker) yang berbeda. 1. Kadar ringan. Mereka yang belum … Baca Selengkapnya

Mengajak pakai masker dengan cinta

Acapkali kita mengajak orang hanya dengan alasan yang menurut kita benar atau secara ilmiah benar. “Ibu, bapak, pakai masker ya karena masker bisa mengurangi penyebaran virus corona. Masker melindungi orang lain dan diri sendiri dari penularan virus corona” Itu baru satu aspek. Disamping benar, pesan yang disampaikan pun perlu memotivasi. Dan yang memotivasi tidak selalu … Baca Selengkapnya

Mengingatkan secara apresiatif

Apa yang Anda sampaikan pada orang yang pakai masker tanpa menutup hidung? “Pak, salah itu pakai maskernya!”“Wah, cara pakainya belum benar. Bapak bisa kena virus corona!” Atau bagaimana? Ada beragam sudut pandang. Bisa dari kekurangan atau sebagai kelebihan. Kelebihan? Nah, mana yang lebih memotivasi? Bandingkan dua cara guru menanggapi hasil tes siswa sbb. Dialog #1Guru … Baca Selengkapnya

Hargai baru ajak jaga jarak

Seorang relawan pelajar DKI Jakarta yang aktif ikut pelatihan KPP KAP Cegah COVID-19 berbagi cerita tugas ke-4. Jumat 14 agustus jam 09.00 saya ke sekolah untuk cap 3 jari. Setelah ngobrol dengan teman, saya berbaris dan barisannya pun dempet-dempetan tidak ada jarak lalu saya samperin guru dan menyapa. Saya : Assalamualaikum, IbuBu guru : Wassalamualaikum, … Baca Selengkapnya

Jaka sembung bawa golok & sekarang kampanye masker?

Jangan-jangan kampanye masker saat ini jaka sembung bawa golok alias ga nyambung nih, mpok. Kesan ini mulai didapat beberapa bulan lalu ketika sejumlah relawan dan nakes melaporkan “masalah komunikasi” dari orang yang tidak pakai masker seperti “Orang merasa kondisi sudah aman”, “Corona sudah tidak ada”, “Tidak percaya ada corona”, “Corona hanya di kota saja” sampai … Baca Selengkapnya

Bertanya Untuk Mendapat Jawaban Jujur Pasien

Gara-gara pasien tidak jujur menceritakan riyawat perjalanan atau kontak, tenaga-tenaga kesehatan banyak tertular. Berita semacam ini bukan sekali dua kali kita dengar. Awal mulanya, pasien yang tidak jujur. Dalam perspektif komunikasi, jawaban yang disampaikan pasien adalah hasil interaksi dengan tenaga kesehatan. Jadi, pertanyaan yang dilemparkan tenaga kesehatan dan cara-cara bertanya ikut menentukan jawaban dari pasien. … Baca Selengkapnya

Menghadapi tudingan yang pedih

“Ibu agamanya apa sih sebenarnya?” Demikian respon yang didapat seorang ibu, relawan Jakarta Utara saat mengajak ngobrol pedagang-pedagang tentang masker. Kaget bener si ibu mendengarnya. Pakaiannya jelas muslimah banget, gaya ibu-ibu majelis taqlim. Kok ditanya agama? Para pedagang jelas tidak beneran bertanya apa agama si ibu tapi lebih mempertanyakan keyakinan si ibu. Kok bisa tidak … Baca Selengkapnya

Curah pendapat dalam situasi wabah

Mentang-mentang tengah wabah, bukan berarti kita boleh bersikap otoriter. Kepala keluarga memaksakan idenya ke anggota keluarga. Ketua tim yang boleh bersuara, sementara tim relawan hanya manut-manut saja. Bahaya. Justru saat hidup susah begini, pemimpin harus mengajak semua orang bersuara. Supaya semua merasa dihargai dan semangat kebersamaan terjaga. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah bercurah … Baca Selengkapnya