Memanjangkan telinga warga edukasi kesehatan

Kalau Anda kebetulan bersuara keras atau sering memaksakan diri bersuara keras di sesi edukasi kesehatan, misalnya di kelas bumil, kelas ibu balita, kelas bapak atau lainnya, mungkin ada baiknya sesekali menurunkan volume suara. Selain dapat “menghemat” pita suara, tujuannya adalah melatih telinga warga agar lebih panjang alias lebih berusaha menyimak pembicaraan Anda.

Suara keras dan jelas bisa memanjakan telinga warga. Mereka tidak perlu banyak mengeluarkan usaha untuk menyimak pembicaraan. Perkataan Anda mudah ditangkap, bahkan saat sedang tidak konsentrasi 100% sekalipun. Lama-kelamaan telinga warga jadi pasif, alias bertelinga pendek. Semangat berpartisipasi pun menurun.

Sekarang, bagaimana caranya memulai upaya memanjangkan telinga warga saat mereka sudah bertelinga pendek? Bukankah warga akan kehilangan banyak pesan-pesan penting, akibat volume yang dikurangi?

Tidak perlu khawatir. Perlu proses untuk memanjangkan telinga.

Pertama, mulailah dulu dengan menurunkan volume pada kata-kata yang bukan inti pesan. Bila ada yang celetuk. ”Apa, Bu?”, maka Anda tinggal mengulanginya dengan volume yang sama pelannya. Tidak perlu meningkatkan volume suara.

Yang kedua, senantiasa perhatikan bahasa nonverbal warga. Anda tahu mana wajah yang kebingungan, mana wajah yang tengah mengikuti percakapan. Kalau wajah-wajah terlihat kebingungan, naikan saja volume suara.

Ketiga, meskipun pelan, bukan berarti monoton. Ingat, suara monoton adalah pemicu kebosanan bahkan pengantar ngantuk. Karena itu, kalau pun pelan, suara harus tetap dengan pola yang beragam atau variative (kecepatan, penekanan, tinggi-rendah, irama, dan lain sebagainya).

Keempat, untuk memastikan pemahaman, bukalah ruang tanya jawab. Anda bisa melemparkan pertanyaan pada warga atau sebaliknya, beri ruang agar warga untuk bertanya.

Kelima atau terakhir, perhatikan keyamanan Anda. Apakah Anda merasa nyaman dengan volume suara yang dikurangi itu? Jangan-jangan, yang lebih rendah itu adalah volume suara normal Anda. Kalau Anda suka kehabisan suara di akhir pelajaran, berarti Anda terlalu memaksakan diri.

Tapi, persoalannya bukan hanya menghemat suara, yang terpenting bagi Anda adalah mendorong warga agar lebih berusaha menyimak pembicaraan dalam sesi edukasi kesehatan. Harapannya, mereka akan lebih terlibat dalam percakapan.

Tinggalkan komentar