๐—ง๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ฝ๐—ฎ ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—บ๐—ถ

Jangan harap ada aksi bersama sebelum sudah saling memahami. Kalau hanya bisa menyuruh-nyuruh orang lain tanpa memahami apa yang sedang mereka rasakan atau pikirkan, hasilnya adalah pengabaian.

Itu masih mending.

Yang terburuk adalah penentangan.

Satu contoh kawan dari wilayah timur Indonesia. Pedagang pasar mingguan hendak ditata agar berjarak aman demi. Demi memutus rantai virus corona, begitu diumumkan. Tapi pedagang menolak. Menolak diatur.

Tidak berhasil diatur, akhirnya pemimpin daerah mengambil keputusan radikal, bubarkan.

Sebetulnya kekhawatiran pedagang adalah kehilangan lapak/ tempat. Seperti para pedagang informal di Jakarta, meski di tempat terbuka, posisi itu mahal. Mereka bayar lho (tentu tidak formal). Mereka tidak sudi kehilangan.

Saling memahami membantu respon komunikasi yang lebih mudah diterima. Tidak usah bersusah payah berbicara tentang pemutusan rantai penularan apalagi logika yang susah dipahami awam semacam melandaikan kurva. Sampaikan saja mereka tidak akan kehilangan lapak karena saat wabah berakhir, mereka akan kembali ke posisi semula. Atau sampaikan bahwa pengaturan posisi dilakukan agar pembeli merasa nyaman. Karena kalau muncul kasus positif di pasar, pembeli akan tunggang langgang.

Saling memahami membutuhkan sikap dan upaya tertentu. Sikap yang perlu dihindari adalah kesombongan. Jangan sombong merasa diri sebagai yang paling tahu atau yang patut memberi tahu. Takutnya, telinga jadi tertutup tidak bisa mendengar suara-suara warga. Makanya, hilangkan kesombongan atau ego, posisikan diri secara sejajar. Coba saling memahami.

Upaya utama yang perlu dilakukan adalah mendengar. Tapi bukan diam saja. Bertanyalah untuk memahami lebih mendalam. Bukan bertanya untuk sok-sokan atau ingin menguji. Tanya seperti murid bertanya pada guru.

โ€œKira-kira, bagaimana cara yang paling baik bagi ibu bapak dan para pengunjung agar bisa menjaga jarak aman?โ€

Buka telinga. Pelajari. Ngobrol. Lakukan riset. Dialogkan bersama. Bangun kesepahaman. Memang datang langsung trus main minta atau nyuruh ini itu lebih cepat. Tapi kalau hasilnya ribut, untuk apa?

Tinggalkan Balasan