Hargai baru ajak jaga jarak

Seorang relawan pelajar DKI Jakarta yang aktif ikut pelatihan KPP KAP Cegah COVID-19 berbagi cerita tugas ke-4.

Jumat 14 agustus jam 09.00 saya ke sekolah untuk cap 3 jari. Setelah ngobrol dengan teman, saya berbaris dan barisannya pun dempet-dempetan tidak ada jarak lalu saya samperin guru dan menyapa.

Saya : Assalamualaikum, Ibu
Bu guru : Wassalamualaikum, Can.
Saya : Ibu bagaimana, sehat?
Ibu guru : Alhamdulillah, Cantika, gimana?
Saya : Alhamdulillah, saya sehat juga, Bu. Bu, saya boleh saran gak, Bu?
Ibu guru : Mau saran apa, Cantik?
Saya : Barisannya jangan seperti ini, Bu, dempet sekali. Seharusnya diberi jarak ya
Ibu guru : Oh, iya ya. Ibu juga tadi mau bilang kaya gitu. Cuman ibu lupa bilangin ke anak-anak. Makasih ya, Cantika. Udah ingetin ibu.
Saya : Iya bu, sama-sama

Lalu Ibu guru masuk ke kantor dan berbicara via speaker agar siswa berbaris dengan jarak 1 meter.

Saya respon relawan pelajar bernama Cantika, “Ternyata guru juga suka lupa, ya.” Tetapi yang kemudian saya garis bawahi lebih lanjut adalah tahapannya menyampaikan pesan (meminta ibu guru menyuruh siswa menjaga jarak) sudah tepat, yaitu tidak ujug-ujug langsung tembak. Apalagi pakai emosi.

Cantika, nama relawan pelajar itu, tidak langsung tembak tapi mencoba membangun hubungan dengan Ibu Guru untuk menghormati atau menghargai. Dia mulai dengan memberi salam, bertanya kabar, dan kemudian meminta ijin menyampaikan saran.

Setelah diijinkan, barulah dia menyampaikan pesan dan ternyata berhasil. Pagar terbuka tanpa rasa malu di pihak Ibu Guru.

Apa yang dilakukan relawan pelajar mungkin terasa lumrah bila dilakukan pada orang yang dihormatinya. Tapi sebetulnya, semua orang pun ingin diperlakukan demikian. Tanpa terkecuali.

Jadi, sebelum mengajak orang menjaga jarak, pakai masker atau cuci tangan pakai sabun, hargai dulu orang. Bukan hanya pada orang yang kita segani tapi lakukan juga pada semua orang. Mereka yang usianya jauh lebih muda. Asisten rumah tangga keluarga lain. Pedagang sayur. Tukang bangunan, kuli gali, supir angkot dan….pokoknya semua. Mereka akan suka diperlakukan dengan hormat.

Jangan menganggap rendah orang dan menegur seperti menyalahkan. Siapapun tidak suka diperlakukan seperti itu. Termasuk Anda.

Tinggalkan Balasan