Curah pendapat dalam situasi wabah

Mentang-mentang tengah wabah, bukan berarti kita boleh bersikap otoriter. Kepala keluarga memaksakan idenya ke anggota keluarga. Ketua tim yang boleh bersuara, sementara tim relawan hanya manut-manut saja.

Bahaya.

Justru saat hidup susah begini, pemimpin harus mengajak semua orang bersuara. Supaya semua merasa dihargai dan semangat kebersamaan terjaga.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah bercurah pendapat (brain storming). Berikut tahapannya.

1. Ketua menyampaikan latar belakang singkat dan tantangan/ masalah (pertanyaan) dan minta semua berkontribusi. Semisal: “Rumah makin ke sini makin banyak debu nih. Takutnya jadi sakit gara-gara rumah kotor. Bahaya. Masa-masa wabah begini kita ga boleh sakit, harus sehat. Nah, apa nih yang bisa kita lakukan supaya rumah tetap bersih?”

2. Sampaikan aturan main.
• Bebaskan pikiran. Jangan khawatir apakah ide itu bagus – buruk, pas-tidak pas dsb. Yang penting sampaikan saja. Untuk saat ini, kuantitas ide diutamakan dan bukan kualitasnya.
• Tak boleh ada yang mengritik atau mengomentari ide yang dilontarkan seseorang
• Boleh sampaikan ide yang dibangun/ dimodifikasi dari ide yang telah disampaikan anggota lain
• Tetapkan waktu, semisal tahap pertama 5 menit. Ajak 1 menit berpikir dalam diam.

3. Anggota diminta sampaikan ide. Semisal dengan cara meja bundar. Bergantian bicara singkat satu per satu. Satu orang bisa menyampaikan semua ide-ide sampai habis. Atau, satu orang menyampaikan satu ide laly dibuat sekian putaran. Ide dicatat. “Buat jadwal nyapu dan ngepel”; “Beli vacuum cleaner”; “Bersihin sehari dua kali” dll.

4. Saat seseorang menyampaikan pendapat, tidak ada yang boleh mengkritik. Ketua perlu mencegah. “Eit, jangan kritik sekarang. Ini curah pendapat. Simpan kritik atau komentar buat nanti.”

5. Jika mentok, padahal jumlah ide masih sedikit, ajak tim rehat sebentar, bersantai. Lalu mulai lagi.

6. Setelah ide tercurah habis, ketua ajak anggota klarifikasi ide-ide sambil mengelompokkan. Bila kurang jelas, tanyakan:
• “Apa maksudnya?” “Contohnya?” “Caranya?” “Seperti apa?” Dll.
• “Supaya apa?” “Mengapa?” Dll.

7. Ketua mengajak tim memilih ide terbaik. Dalam kasus bersih-bersih rumah, pertimbangannya bisa:
• Yang bisa dilakukan tanpa mengeluarkan uang? Yang butuh uang sedikit?
• Yang akan berhasil buat rumah tetap bersih? Dll.

Singkat tapi semua orang bicara dan didengarkan. Moga-moga dapat ide cemerlang dan kebersamaan yang semakin erat.

Tinggalkan Balasan