Kesehatan

Sehat Lahir-Batin: Memaksimalkan Ibadah dan Sistem Imun selama Ramadhan

Akibat pandemi yang belum usai, semua kegiatan ibadah yang berdimensi sosial penuh pahala tersebut terpaksa tidak bisa dilaksanakan. Semua harus mengikuti protokol pemerintah, yaitu bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah. Tidak ada lagi Tarawih berjamaah yang disusul dengan gegap gempita warga kampung bermain kembang api. Tidak ada lagi konvoi sahur yang bertugas membangunkan warga ketika waktunya sahur.

Umat Muslim tetap bisa melakukan shalat Tarawih dan shalat malam berjama’ah di rumah saja dengan keluarga masing-masing. Jadi, pahala dan keutamannya tetap bisa kita raih kok, walau dengan jumlah jamaah sedikit. Hanya saja, kita tidak merasakan semarak ibadah yang sama seperti Ramadhan sebelum-sebelumnya yang berjalan normal tanpa kendala berarti.

Selain ibadah shalat Tarawih, kita selaku umat Muslim masih bisa untuk mengoptimalkan ibadah Ramadhan saat pandemi wabah covid-19 walaupun dilakukan di rumah masing-masing. Berikut caranya.

Cara pertama adalah memperbanyak berdzikir dan bershalawat. Berdzikir dan berdoa adalah yang paling mudah dilakukan. Menurut bahasa dari KH. Mustofa Bisri ketika mewasiatkan amalan di tengah wabah melalui instagramnya, berdzikir atau bersalawat bisa dilakukan setiap saat ketika mulut kita nganggur. Dengan sedikit berinteraksi dengan orang lain, mulut kita lebih sering menganggur, bukan?

Kedua, memperbanyak menelaah dan mengkaji kandungan al-Qur’an. Jika biasanya hanya tadarus membaca untaian ayatnya saja, keluangan waktu selama di rumah saja bisa dimanfaatkan untuk menelaah maknanya. Jangan hanya terjemahan, syukur seandainya dilengkapi dengan bacaan dari buku-buku atau kitab dengan tema serupa.

Ketiga, ini yang kiranya paling berat dan butuh refleksi dari diri sendiri: mengikhlaskan dan menyerahkan semua kejadian di situasi sulit ini kepada Allah Swt. termasuk segala fenomena yang ada di sekitarnya. Pendapatan menurun, banyak pekerjaan yang harus dibatalkan, sampai rasa tidak berdaya kita untuk tidak mudik demi meminimalisir penyebaran wabah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *