Teknik

Mengatasi Representasi Palsu

05 Juni 2015 - Posted by admin
Mengatasi Representasi Palsu Tak jarang fasilitator mendapati orang yang awal-awal bicara menggunakan “kami” sebagai kata ganti penujuk. “Kami di sini menilai cara pemerintah melatih masyarakat sudah cukup bagus, karena...bla...bla...bla.” Jika kata kami itu sama dengan kata “saya sendiri” dan orang-orang paham akan itu, maka tidak menjadi soal. Yang dapat menghambat munculnya keragaman ide adalah jika kata kami itu dimaksudkan untuk...selengkapnya »

Memanfaatkan Jeda Hening

12 April 2015 - Posted by admin
Memanfaatkan Jeda Hening Jeda hening adalah bentuk komunikasi nonverbal yang cukup penting saat mengelola percakapan. Fungsinya beragam, mulai dari menarik perhatian, mengajak berpikir atau berefleksi, sampai menunjukkan emosi tertentu. Namun, dalam komunikasi, yang paling penting dari penggunaan jeda hening adalah untuk terbangunnya komunikasi nonverbal dua arah. Semisal, bila Anda mengangguk-angguk lalu khalayak (murid, partisipan, penonton) ikut mengangguk-angguk,...selengkapnya »

Memfasilitasi Negosiasi

30 Maret 2015 - Posted by admin
Memfasilitasi Negosiasi Tidak jarang dua pihak yang berdialog memiliki dua posisi yang berbeda. Si A menghendaki X, sementara, Si B menuntut Y.  Untuk mencapai win-win solution seorang fasilitator dapat membantu pihak-pihak yang bertikai merumuskan jalan keluar alternatif. Salah satu buku yang menyinggung win-win solution adalah Karya Lewicki dkk (1999) di mana dia memaparkan 5 model jalan keluar alternatif yang masing-masing digali dengan pertanyaan-pertanyaan...selengkapnya »

Muji tapi ada tapinya

28 Maret 2015 - Posted by admin
Muji tapi ada tapinya Saat membahas feedback yang apresiatif, seorang partisipan menceritakan pengalaman yang menurutnya kurang menyenangkan. “Atasan saya sering memulai dengan pujian, tapi ada tapinya: Bu Kemala, proposalnya sudah cukup bagus, detail. Taaapi, bahasanya terasa kurang mengalir. Wuih, saya serasa naik ke atas, lalu jatuh, bruk,” ujarnya mencontohkan. Feedback bisa berkenaan dengan kekurangan atau hal yang mesti diperbaiki dan/atau hal yang...selengkapnya »

Samoan Circle

17 Maret 2015 - Posted by admin
Samoan Circle Adakalanya musyawarah yang melibatkan beragam kelompok berlangsung dengan penuh “noise”. Saat satu orang bicara, yang lain menyoraki, baik untuk mendukung maupun “melemahkan”. Akibatnya, bukan hanya menganggu penangkapan “kuping”, tapi dalam situasi itu, sulit mengharapkan orang untuk saling mendengarkan, apalagi membangun sikap saling memahami. Satu teknik yang dapat mengurangi “noise” adalah...selengkapnya »

Kesan Pertama Berbicara

11 Maret 2015 - Posted by admin
Kesan Pertama Berbicara Menit-menit pertama berbicara di forum atau kelas adalah waktu yang kritikal. Di sana kesan pertama akan terbentuk. Kesan pertama banyak berkontribusi pada pilihan sikap forum atau kelas. Bila kesan pertamanya membosankan, maka  orang-orang/ murid-murid akan bersiap mengantuk atau memikirkan hal lain. Bila kesan pertamanya “menakutkan”, maka orang-orang/ murid-murid akan mulai khawatir. Bila kesan pertamanya adalah penuh...selengkapnya »

Jawaban yang dinginkan atau dibutuhkan

10 Maret 2015 - Posted by admin
Jawaban yang dinginkan atau dibutuhkan Jawaban seperti apa yang Anda harapkan ketika bertanya pada anak atau murid? Apakah jawaban yang diinginkan? Atau yang dibutuhkan? Ini mirip-mirip dengan urusan pembelian barang. “Jawaban yang diinginkan” merujuk pada jawaban-jawaban yang sudah diantisipasi, yang sesuai dengan kerangka pikir penanya. Sementara, “jawaban yang dibutuhkan” merujuk pada jawaban yang otentik, sesuai dengan perasaan, sikap, dan/atau...selengkapnya »

Mendengarkan dan Menghargai Cerita Anak

09 Februari 2015 - Posted by admin
Mendengarkan dan Menghargai Cerita Anak Bagaimana reaksi orang tua saat anak kecilnya berujar, “Pah, Aji ga suka sekolah. Aji ga mau sekolah lagi ya.” Kaget? Merasa pikiran anaknya aneh, kesal atau bahkan sampai tersulut marah? Umumnya begitu. Tidak jarang orang tua kemudian melontarkan pendapat yang dianggapnya benar atau dianggap secara umum benar, seperti “Tidak boleh begitu, nak! Sekolah itu wajib! Supaya kamu nanti bla bla bla...mau jadi apa...bla bla...selengkapnya »

Salam untuk bangun hubungan dan enerji tambahan

09 November 2014 - Posted by admin
Salam untuk bangun hubungan dan enerji tambahan Saat memulai percakapan fasilitator biasanya menyampaikan salam kepada forum, entah itu assalamualaikum, selamat pagi, salam sejahtera atau lainnya. Memberi salam adalah awal yang baik, khususnya bila salam dapat membangun hubungan degan forum dan memberi "enerji" tambahan bagi fasilitator. Salam mestinya bukan sekedar formalitas atau sekedar tanda ingin mulai bicara. Salah satu contoh memberi salam yang kurang membangun hubungan adalah...selengkapnya »

Mencegah partisipasi "sekali ini saja"

02 Oktober 2014 - Posted by admin
Mencegah partisipasi "sekali ini saja" Ini yang pertama dan terakhir kali saja. Sekali ini saja. Atau kata orang Sunda, sakalieun. Sikap "sekali ini saja" tidak hanya berlaku karena ketipu sewaktu membeli sesuatu (semisal, orang yang digetok harga "selangit" untuk ikan bakar di tempat wisata). Tapi, bisa juga dalam partisipasi di suatu pertemuan atau kerja kelompok. Alasannya beragam. Bisa karena orang merasa terasing, tidak diberi ruang dan ada yang mendominasi, terlalu banyak...selengkapnya »

Versi Mobile