Teknik

Teknik dasar: kapan menggunakan pertanyaan tertutup

17 Agustus 2015 - Posted by admin
Teknik dasar: kapan menggunakan pertanyaan tertutup Berikut ini adalah contoh pertanyaan tertutup yang sebaiknya kita hindari saat memfasilitasi curah pendapat. “Apakah di antara kita ada yang punya ide bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini?” Pertanyaan tertutup menyediakan jawaban-jawaban tertentu. Ya-Tidak, Suka-Tidak Suka. Atau dalam contoh di atas, berarti “saya, mba” (artinya: ada) dan diam (artinya: tidak ada). Dalam contoh di atas, Pertanyaan tertutup...selengkapnya »

Permainan berbasis lagu

17 Agustus 2015 - Posted by admin
Permainan berbasis lagu Hampir semua permainan berbasis lagu saya peroleh dari kawan-kawan, baik sesama fasilitator ataupun kawan-kawan peserta pelatihan fasilitasi. Yang terkumpul cukup banyak dan beragam, mulai Marina-menari-di atas-menara yang klasik, Potong bebek angsa (dengan perangkap), Topi saya bundar (dengan kata-kata hilang), Naik delman istimewa (dengan gerak tangan), Kupikir-pikir (meniru gerak), Di sini senang di sana senang (gerak tubuh), Aku anak sehat...selengkapnya »

Aspek nonverbal dalam paraphrasing

14 Juni 2015 - Posted by admin
Aspek nonverbal dalam paraphrasing Pada dasarnya paraphrasing adalah menyampaikan kembali pendapat seseorang secara lebih ringkas untuk kemudian dimintakan konfirmasinya. Paraphrasing adalah teknik yang sederhana namun efektif untuk menunjukkan apresiasi dan untuk menguatkan pembelajaran bersama. Berikut contohnya. Ibu Aminah    : Menurut saya, ibu-ibu yang punya anak balita itu mesti rajin ke Posyandu. Hanya sebulan sekali, memang. Tapi kita bisa tahu, apakah...selengkapnya »

Kecil tapi penting 3: Membawa diskusi kelompok menjadi percakapan forum besar

13 Juni 2015 - Posted by admin
Kecil tapi penting 3: Membawa diskusi kelompok menjadi percakapan forum besar Saat fasilitator ingin membawa hasil diskusi kelompok menjadi percakapan forum besar, maka perilaku dia pun harus menyesuaikan. Biasanya fasilitator akan meminta kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di forum besar. Nah, perilaku-perilaku fasilitator berikutnya menentukan. Ada fasilitator yang justru melangkah mendekat ke juru bicara kelompok. Saking dekatnya, sang jubir kemudian menyesuaikan suaranya. Volume suara menjadi sedang atau...selengkapnya »

Kecil tapi penting 2: Menyempurnakan lingkaran diskusi

12 Juni 2015 - Posted by admin
Kecil tapi penting 2: Menyempurnakan lingkaran diskusi Mengatur posisi duduk itu gampang. Tapi, kalau lupa disempurnakan, hasilnya tidak maksimal. Pernah ada fasilitator mengajak partisipan untuk membuat kelompok-kelompok diskusi. Kelompok-kelompok dibuat dengan mudah, tempat masing-masing kelompok pun ditunjukkan. Tapi, diskusi-diskusi kelompok tampak berlangsung kurang maksimal, dalam pengertian, dalam satu kelompok ada beberapa pusat pembicaraan. Sebagian malah diam dan melihat ke arah kelompok...selengkapnya »

Kecil tapi penting: Cara membagi kelompok dalam kelas

11 Juni 2015 - Posted by admin
Kecil tapi penting: Cara membagi kelompok dalam kelas Bagi fasilitator, membagi forum besar ke dalam kelompok-kelompok bisa dikatakan pekerjaan mudah. Tapi saking mudahnya, adakalanya fasilitator terpeleset. Pernah ada fasilitator membagi forum berisi 80 partisipan ke dalam 4 kelompok. Awalnya, dia mengajak partisipan berhitung dengan bahasa Makassar, se’re, rua, tallu, appa. Proses yang cukup mulus. Sejurus kemudian, dia meminta partisipan berkumpul berdasarkan angkanya. Hebohlah forum....selengkapnya »

Mengatasi Representasi Palsu

05 Juni 2015 - Posted by admin
Mengatasi Representasi Palsu Tak jarang fasilitator mendapati orang yang awal-awal bicara menggunakan “kami” sebagai kata ganti penujuk. “Kami di sini menilai cara pemerintah melatih masyarakat sudah cukup bagus, karena...bla...bla...bla.” Jika kata kami itu sama dengan kata “saya sendiri” dan orang-orang paham akan itu, maka tidak menjadi soal. Yang dapat menghambat munculnya keragaman ide adalah jika kata kami itu dimaksudkan untuk...selengkapnya »

Memanfaatkan Jeda Hening

12 April 2015 - Posted by admin
Memanfaatkan Jeda Hening Jeda hening adalah bentuk komunikasi nonverbal yang cukup penting saat mengelola percakapan. Fungsinya beragam, mulai dari menarik perhatian, mengajak berpikir atau berefleksi, sampai menunjukkan emosi tertentu. Namun, dalam komunikasi, yang paling penting dari penggunaan jeda hening adalah untuk terbangunnya komunikasi nonverbal dua arah. Semisal, bila Anda mengangguk-angguk lalu khalayak (murid, partisipan, penonton) ikut mengangguk-angguk,...selengkapnya »

Memfasilitasi Negosiasi

30 Maret 2015 - Posted by admin
Memfasilitasi Negosiasi Tidak jarang dua pihak yang berdialog memiliki dua posisi yang berbeda. Si A menghendaki X, sementara, Si B menuntut Y.  Untuk mencapai win-win solution seorang fasilitator dapat membantu pihak-pihak yang bertikai merumuskan jalan keluar alternatif. Salah satu buku yang menyinggung win-win solution adalah Karya Lewicki dkk (1999) di mana dia memaparkan 5 model jalan keluar alternatif yang masing-masing digali dengan pertanyaan-pertanyaan...selengkapnya »

Muji tapi ada tapinya

28 Maret 2015 - Posted by admin
Muji tapi ada tapinya Saat membahas feedback yang apresiatif, seorang partisipan menceritakan pengalaman yang menurutnya kurang menyenangkan. “Atasan saya sering memulai dengan pujian, tapi ada tapinya: Bu Kemala, proposalnya sudah cukup bagus, detail. Taaapi, bahasanya terasa kurang mengalir. Wuih, saya serasa naik ke atas, lalu jatuh, bruk,” ujarnya mencontohkan. Feedback bisa berkenaan dengan kekurangan atau hal yang mesti diperbaiki dan/atau hal yang...selengkapnya »

Versi Mobile