Teknik

Semakin sering berlatih, semakin ahli?

10 Oktober 2016 - Posted by admin
Semakin sering berlatih, semakin ahli? Siapa bilang semakin lama melakukan sesuatu, maka semakin ahli? Atau, semakin sering berlatih, semakin ahli? Faktanya ternyata tidak selalu begitu. Angela Duckworth berjudul Grit, the power of passion and perseverance menjelaskan bahwa lama atau sering berlatih tidak menentukan tingkat keahlian seseorang. Angela memberikan contoh dirinya sendiri. Sejak usia 18 tahun dia suka olah raga lari. Hampir tiap hari dia berlari. Tapi, catatan waktu...selengkapnya »

Sikap demanding justru penting

23 Agustus 2016 - Posted by admin
Sikap demanding justru penting Umumnya, kita tidak suka memiliki orang tua yang demanding atau terlalu menuntut. “Saya ga mau tahu, kamu janji bereskan siang ini, ya saya tunggu sampai siang ini. Tidak ada sore, apalagi besok!” Bagi sebagian orang, tekanan itu bisa saja membuatnya “tertekan”. Tapi, tidak bagi orang-orang dengan pencapaian tinggi. Setidaknya itu yang dipelajari Angela Duckworth, profesor psikologi yang menjadi penasehat bagi banyak...selengkapnya »

Komunikasi lemah yang berpengaruh

21 Agustus 2016 - Posted by admin
Komunikasi lemah yang berpengaruh Saya pernah mengamati seorang pendamping begitu lihai, menyenangkan dan hidup ketika memberi materi pada kelompok ibu-ibu di kampung. Dengan materi yang sama persis, saya melihatnya gugup luar biasa ketika berdiri di depan staf dan eselon kementerian. Suaranya pelan, banyak lupanya, sehingga sesinya saya amati menjadi kurang menarik. Padahal materinya sama persis. Yang berbeda adalah khalayaknya. Ada apa ini? Saya kerap menjelaskan kasus itu...selengkapnya »

"Memanfaatkan" kemarahan dampingan

03 Agustus 2016 - Posted by admin
"Memanfaatkan" kemarahan dampingan Bagaimana reaksi Anda sebagai pendamping jika mendapati dampingan (warga, siswa, ibu, atau lainnya) marah pada Anda? Bahkan marah yang sampai menghinda atau memaki? Pilihan yang mungkin: 1) ikut marah, 2) diam takut atau cuek, 3) bersyukur. Yang pertama dan yang kedua rasanya sudah biasa. Yang ketiga yang perlu kita latih lebih sering. Ada satu proses yang mudah diceritakan dan cukup mudah pula dilakukan. Pertama, dalam hati, ucapkan...selengkapnya »

Memanggil dengan nama anak

24 April 2016 - Posted by admin
Memanggil dengan nama anak Di sejumlah daerah orang dewasa dipanggil dengan nama anaknya. Alih-alih memanggil Pak Ides, orang memanggilnya Papa Eja, karena anaknya bernama Eja. Sekilas, pemanggilan semacam itu hanya untuk menunjukkan hubungan bapak – anak. Namun, dari pengalaman sejumlah kerja pendampingan, pemanggilan orang dewasa dengan nama anak  (terutama bila anaknya masih berusia SD atau lebih muda) ternyata mempermudah pengembangan hubungan. Seorang...selengkapnya »

Cakap berkomunikasi low & high context (kedua-duanya)

14 Januari 2016 - Posted by admin
Gaya komunikasi seseorang bisa digolongkan dalam low atau high context. Yang low context dapat dipahami tanpa penafsiran. Kata-kata menunjukkan maksudnya. Orang mudah menangkap maksudnya tanpa mikir panjang. Contohnya, “Ambilkan minuman dingin dong, Kang.” High context, sebaliknya, tidak bisa dipahami tanpa penafsiran, pengalaman, insting dll. Arti kata- tidak seperti yang terungkap (baik berbentuk lisan maupun tulisan)....selengkapnya »

Memotivasi dengan bertanya

08 Januari 2016 - Posted by admin
Memotivasi dengan bertanya Untuk memotivasi dampingan, pendamping dapat memilih menjadi orang yang menggurui, semacam motivator yang lihai menyampaikan kalimat-kalimat inspiratif. Atau, hanya bertanya, untuk membantu dampingannya mengingat kembali pengalaman dan kecakapan yang dimilikinya. Pada kasus-kasus tertentu, seperti ketika pendamping dan dampingan memiliki pengalaman yang berbeda (berbeda field of experience), maka teknik bertanya mungkin lebih tepat (karena,...selengkapnya »

Komunikasi untuk berbagi atau mencari solusi?

07 Oktober 2015 - Posted by admin
Komunikasi untuk berbagi atau mencari solusi? Orang berkomunikasi dengan motif tertentu. Sebuah teori mengatakan, jika motifnya terpenuhi, maka muncul kepuasan. Karena itu, dalam berkomunikasi fasilitator harus memahami motif orang. Motif orang bercerita berbeda-beda. Ada yang mencari solusi. Tapi ada juga yang ingin berbagi (bukan sekedar berbagi, karena berbagi atau curhat merupakan motif penting juga). Atau bisa juga keduanya, dalam pengertian, sebetulnya dia mau berbagi terlebih...selengkapnya »

Fasilitator Dominan

02 September 2015 - Posted by admin
Fasilitator Dominan Artikel-artikel Lapangan Kecil sebelumnya pernah membahas tentang cara mengatasi partisipan yang dominan. Sekarang, bagaimana kalau yang dominan itu fasilitatornya? Lho, kok fasilitator dominan? Bukankah fasilitator itu mestinya membantu semua partisipan untuk banyak berbicara, berdiskusi dan bersepakat? Fasilitator kan mestinya menjaga proses saja?  Tidak jarang, meski fasilitator paham betul peran dia sebagai pengelola urusan proses...selengkapnya »

Menghadapi Ketidaksantunan

23 Agustus 2015 - Posted by admin
Menghadapi Ketidaksantunan Tak jarang suatu pertemuan diramaikan partisipan-partisipan yang kurang santun. Ekspresi ketidaksantunan beragam, bisa verbal, seperti penggunaan bahasa yang judgemental, atau nonverbal, seperti membuang muka, menunjuk-nunjuk dll. Kesemuanya bisa memicu ketidaknyamanan atau bahkan konflik, baik di antara partisipan maupun antara partisipan dengan fasilitator. Lantas apa yang dapat dilakukan fasilitator untuk mengatasi itu? Pertama, menyiapkan...selengkapnya »

Versi Mobile