Teknik

Memotivasi dengan bertanya

08 Januari 2016 - Posted by admin
Memotivasi dengan bertanya Untuk memotivasi dampingan, pendamping dapat memilih menjadi orang yang menggurui, semacam motivator yang lihai menyampaikan kalimat-kalimat inspiratif. Atau, hanya bertanya, untuk membantu dampingannya mengingat kembali pengalaman dan kecakapan yang dimilikinya. Pada kasus-kasus tertentu, seperti ketika pendamping dan dampingan memiliki pengalaman yang berbeda (berbeda field of experience), maka teknik bertanya mungkin lebih tepat (karena,...selengkapnya »

Komunikasi untuk berbagi atau mencari solusi?

07 Oktober 2015 - Posted by admin
Komunikasi untuk berbagi atau mencari solusi? Orang berkomunikasi dengan motif tertentu. Sebuah teori mengatakan, jika motifnya terpenuhi, maka muncul kepuasan. Karena itu, dalam berkomunikasi fasilitator harus memahami motif orang. Motif orang bercerita berbeda-beda. Ada yang mencari solusi. Tapi ada juga yang ingin berbagi (bukan sekedar berbagi, karena berbagi atau curhat merupakan motif penting juga). Atau bisa juga keduanya, dalam pengertian, sebetulnya dia mau berbagi terlebih...selengkapnya »

Fasilitator Dominan

02 September 2015 - Posted by admin
Fasilitator Dominan Artikel-artikel Lapangan Kecil sebelumnya pernah membahas tentang cara mengatasi partisipan yang dominan. Sekarang, bagaimana kalau yang dominan itu fasilitatornya? Lho, kok fasilitator dominan? Bukankah fasilitator itu mestinya membantu semua partisipan untuk banyak berbicara, berdiskusi dan bersepakat? Fasilitator kan mestinya menjaga proses saja?  Tidak jarang, meski fasilitator paham betul peran dia sebagai pengelola urusan proses...selengkapnya »

Menghadapi Ketidaksantunan

23 Agustus 2015 - Posted by admin
Menghadapi Ketidaksantunan Tak jarang suatu pertemuan diramaikan partisipan-partisipan yang kurang santun. Ekspresi ketidaksantunan beragam, bisa verbal, seperti penggunaan bahasa yang judgemental, atau nonverbal, seperti membuang muka, menunjuk-nunjuk dll. Kesemuanya bisa memicu ketidaknyamanan atau bahkan konflik, baik di antara partisipan maupun antara partisipan dengan fasilitator. Lantas apa yang dapat dilakukan fasilitator untuk mengatasi itu? Pertama, menyiapkan...selengkapnya »

Teknik dasar: kapan menggunakan pertanyaan tertutup

17 Agustus 2015 - Posted by admin
Teknik dasar: kapan menggunakan pertanyaan tertutup Berikut ini adalah contoh pertanyaan tertutup yang sebaiknya kita hindari saat memfasilitasi curah pendapat. “Apakah di antara kita ada yang punya ide bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini?” Pertanyaan tertutup menyediakan jawaban-jawaban tertentu. Ya-Tidak, Suka-Tidak Suka. Atau dalam contoh di atas, berarti “saya, mba” (artinya: ada) dan diam (artinya: tidak ada). Dalam contoh di atas, Pertanyaan tertutup...selengkapnya »

Permainan berbasis lagu

17 Agustus 2015 - Posted by admin
Permainan berbasis lagu Hampir semua permainan berbasis lagu saya peroleh dari kawan-kawan, baik sesama fasilitator ataupun kawan-kawan peserta pelatihan fasilitasi. Yang terkumpul cukup banyak dan beragam, mulai Marina-menari-di atas-menara yang klasik, Potong bebek angsa (dengan perangkap), Topi saya bundar (dengan kata-kata hilang), Naik delman istimewa (dengan gerak tangan), Kupikir-pikir (meniru gerak), Di sini senang di sana senang (gerak tubuh), Aku anak sehat...selengkapnya »

Aspek nonverbal dalam paraphrasing

14 Juni 2015 - Posted by admin
Aspek nonverbal dalam paraphrasing Pada dasarnya paraphrasing adalah menyampaikan kembali pendapat seseorang secara lebih ringkas untuk kemudian dimintakan konfirmasinya. Paraphrasing adalah teknik yang sederhana namun efektif untuk menunjukkan apresiasi dan untuk menguatkan pembelajaran bersama. Berikut contohnya. Ibu Aminah    : Menurut saya, ibu-ibu yang punya anak balita itu mesti rajin ke Posyandu. Hanya sebulan sekali, memang. Tapi kita bisa tahu, apakah...selengkapnya »

Kecil tapi penting 3: Membawa diskusi kelompok menjadi percakapan forum besar

13 Juni 2015 - Posted by admin
Kecil tapi penting 3: Membawa diskusi kelompok menjadi percakapan forum besar Saat fasilitator ingin membawa hasil diskusi kelompok menjadi percakapan forum besar, maka perilaku dia pun harus menyesuaikan. Biasanya fasilitator akan meminta kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di forum besar. Nah, perilaku-perilaku fasilitator berikutnya menentukan. Ada fasilitator yang justru melangkah mendekat ke juru bicara kelompok. Saking dekatnya, sang jubir kemudian menyesuaikan suaranya. Volume suara menjadi sedang atau...selengkapnya »

Kecil tapi penting 2: Menyempurnakan lingkaran diskusi

12 Juni 2015 - Posted by admin
Kecil tapi penting 2: Menyempurnakan lingkaran diskusi Mengatur posisi duduk itu gampang. Tapi, kalau lupa disempurnakan, hasilnya tidak maksimal. Pernah ada fasilitator mengajak partisipan untuk membuat kelompok-kelompok diskusi. Kelompok-kelompok dibuat dengan mudah, tempat masing-masing kelompok pun ditunjukkan. Tapi, diskusi-diskusi kelompok tampak berlangsung kurang maksimal, dalam pengertian, dalam satu kelompok ada beberapa pusat pembicaraan. Sebagian malah diam dan melihat ke arah kelompok...selengkapnya »

Kecil tapi penting: Cara membagi kelompok dalam kelas

11 Juni 2015 - Posted by admin
Kecil tapi penting: Cara membagi kelompok dalam kelas Bagi fasilitator, membagi forum besar ke dalam kelompok-kelompok bisa dikatakan pekerjaan mudah. Tapi saking mudahnya, adakalanya fasilitator terpeleset. Pernah ada fasilitator membagi forum berisi 80 partisipan ke dalam 4 kelompok. Awalnya, dia mengajak partisipan berhitung dengan bahasa Makassar, se’re, rua, tallu, appa. Proses yang cukup mulus. Sejurus kemudian, dia meminta partisipan berkumpul berdasarkan angkanya. Hebohlah forum....selengkapnya »

Versi Mobile