Agar co-facilitating tidak "cakar-cakaran"

07 Juni 2017 - Posted by admin

Agar co-facilitating tidak "cakar-cakaran"

Pernah memfasilitasi atau mendampingi forum bersama-sama dengan kawan lain? Kawan saya pernah menceritakan pengalamannya.

“Waktu itu sudah sampai kesepakatan, kita mau beternak kambing. Tiba-tiba, dia mausk dan ngajak warga brainstorming memikirkan kembali kelemahan betrenak kambing dan kemudian mengarahkan ke sapi. Suakit hati bener rasanya!

Cerita kawan itu contoh pengalaman kurang baik. Tentu, banyak cerita positif tentang memfasilitasi forum bersama rekan lain. Semisal, fasilitasi bersama membuat kerja lebih mudah dan menyenangkan karena bisa saling mengisi dan menguatkan.

Belajar dari pengalaman kawan-kawan fasilitator dan tim sendiri, berikut adalah cara-cara agar fasilitasi bersama menghasilkan pengalaman yang positif.

 

1. Ngobrol dulu sebelumnya

Hindari memfasilitasi bersama tanpa persiapan. Kalau pun sudah sering bekerjasama, luangkan waktu untuk mendiskusikan metodologi, tahapan, teknik baru atau lainnya.

Luangkan lebih banyak waktu bila sebelumnya tidak pernah bekerjasama. Sambil membahas metodologi, cek chemistry rekan baru itu. Pelajari gayanya.  Buat kesepakatan-kesepakatan, entah pembagian sesi, peran, tanda untuk melibatkan dll.

Bagaimana bila keadaan  membuat kita tidak bisa bertemu dengan rekan kita itu atau maksimal hanya bisa dilakukan per email?

Bila kita belum mengenalnya, skema yang paling aman adalah pembagian sesi-sesi yang independen. Saya mengerjakan ini, Anda mengerjakan itu. Paling aman.

 

2. Muncul dalam sesi perkenalan

Forum sebaiknya tahu bahwa pertemuan akan difasilitasi oleh lebih dari 1 orang. Karena itu, tim lengkap dikenalkan di muka. Kalau pun tidak dijadwalkan, seperti biasa, buat sesi pendek yang mengenalkan semua fasilitator dengan partisipanya.

Saya amati fasilitator yang absen di sesi perkenalan dan langsung datang di sesi yang menjadi tanggung jawabnya (padahal, sesinya terkait dengen sesi sebelumnya) kerap menghadapi kesulitan dalam memproses percakapan forum.

 

3. Jalankan kesepakatan

Satu-satu, tidak sekaligus atau rebutan

Aturan main yang umum disepakati adalah fasilitator bekerja satu-satu, tidak sekaligus atau rebutan. Kalaupun sesi dikelola oleh dua orang atau lebih, maka saat satu fasilitator tengah leading (bertanya, menggali, bercerita, dll.), maka yang lainnya membantu dengan peran lain, sebagai contoh, menulis di kertas flip chart, menyiapkan logistik, atau mengamati situasi.

Fasilitator yang tengah tidak leading juga dapat menginformasikan secara halus pada fasilitator yang tengah bekerja bila dijumpai situasi khusus. Semisal, bila ada partisipan yang tidak diberi ruang bicara atau diperhatikan.

Kalau pun tiba-tiba ada partisipan yang mengarahkan pembicaraan atau pertanyaan pada kita, yang saat itu sedang tidak leading, maka dengan segenap cara yang halus, verbal atau pun nonverbal, kita harus berusaha men-divert percakapan ke fasilitator yang tengah leading.

Saya pribadi punya pengalaman dipecah menjadi dua forum oleh seorang co-facilitator, gara-gara ybs “meladeni” percakapan  beberapa partisipan. Saat klarifikasi, alasannya tidak enak atau sulit mengalihkan percakapan atau pertanyaan ke saya yang saat itu tengah leading. Buat saya, sulit bekerjasama dengan fasilitator semacam itu.


Keroyokan? Tunjukkan tanda-tanda

Bilapun model kerjanya adalah “mengeroyok” percakapan  bersama-sama, maka  fasilitator perlu menjalankan kesepakatan tentang tanda-tanda pelibatan atau pengambil alihan oleh rekan. Yang paling umum adalah paraphrasing dan menyebut nama rekan kita.

 

Contohnya:

Dalam forum orang-orang kesehatan, sejumlah partisipan mengarahkan pembicaraan tentang kualitas layanan ke isu BPJS (yang kata mereka membuat layanan kesehatan masyarakat terbatas dan lebih condong ke layanan sarana kesehatan).  Fasilitator yang leading paham bahwa rekannya lebih piawai mengelola percakapan tentang isu BPJS karena pengalamannya lebih banyak.

 

Fasilitator            :  Jadi, Bu Atmi melihat ini sebagai persoalan tarik menarik antara keinginan dinas untuk outreach, penjangkauan dan sistem keuangan akibat BPJS? Begitukah? (paraphrasing) Ini rasanya mirip-mirip dengan yang diangkat oleh Pak Amin dan Pak Pujo sebelumnya. Menarik ini, mas Amin (co-facilitator), tampaknya ada pengaruh BPJS di layanan outreach, penjangkauan karena.......
Silahkan, mas Amin.

Dengan melakukan paraphrasing selain mengecek pemahaman kita sendiri sebagai fasilitator, kita juga menyiapkan pemahaman rekan fasilitator kita untuk bergabung dan melanjutkan proses percakapan.

Tentu saja, masih banyak pilihan tanda atau teknik lain yang bisa digunakan dalam memfasilitasi bersama. Semuanya afdol asalkan menyiapkan atau membantu rekan fasilitator memasuki percakapan forum.

Risang Rimbatmaja
www.lapangankecil.org

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 182 + 4 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile