Memanggil dengan nama anak

24 April 2016 - Posted by admin

Memanggil dengan nama anak

Di sejumlah daerah orang dewasa dipanggil dengan nama anaknya. Alih-alih memanggil Pak Ides, orang memanggilnya Papa Eja, karena anaknya bernama Eja.

Sekilas, pemanggilan semacam itu hanya untuk menunjukkan hubungan bapak – anak. Namun, dari pengalaman sejumlah kerja pendampingan, pemanggilan orang dewasa dengan nama anak  (terutama bila anaknya masih berusia SD atau lebih muda) ternyata mempermudah pengembangan hubungan.

Seorang kawan pendamping bahkan berseloroh, “Panggil saja orang yang tidak suka sama kamu dengan nama anaknya. Lakukan saat kamu ngobrol dengan orang itu. Nanti kamu akan melihat perubahan sikapnya.”

Dalam pandangan kami, pemanggilan dengan nama anak bisa dikatakan local wisdom yang cerdas dalam membangun hubungan. Rasanya bukan tampak maksud laki-laki dewasa dipanggil dengan nama anaknya.

Saat dipanggil dengan nama anaknya, laki-laki dewasa akan diingatkan akan posisinya sebagai ayah yang harus lembut dan penuh kasih sayang pada anaknya. Harapannnya, berkurang sifat sombong, keras kepala, dan cuek pada dirinya dan bertambah sifat baik seperti jujur, penuh perhatian atau mau berkorban.

Sifat-sifat baik itu pada akhirnya akan memudahkan komunikasi yang konstruktif antar-orang dewasa. (Risang Rimbatmaja)

 

Komentar

dodi, 25 April 2016 10:56:03
setuju!
Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 111 + 2 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile