Memotivasi dengan bertanya

08 Januari 2016 - Posted by admin

Memotivasi dengan bertanya

Untuk memotivasi dampingan, pendamping dapat memilih menjadi orang yang menggurui, semacam motivator yang lihai menyampaikan kalimat-kalimat inspiratif. Atau, hanya bertanya, untuk membantu dampingannya mengingat kembali pengalaman dan kecakapan yang dimilikinya.

Pada kasus-kasus tertentu, seperti ketika pendamping dan dampingan memiliki pengalaman yang berbeda (berbeda field of experience), maka teknik bertanya mungkin lebih tepat (karena, sehabat-hebat orang berempati pad akita, kita agak sulit menerima nasehat dari orang yang tidak pernah mengalami kesulitan yang sama dengan kita).

Seorang ibu hamil, yang baru-baru ini menjadi narasumber riset Lapangan Kecil, bercerita, “Rasanya lebih nyaman ngobrol dengan sesama ibu hamil. Kita sama-sama mengalami, jadinya mengerti. Kalau yang tidak hamil kan mudah saja dia ngomong harus ini harus itu.”

Ada banyak teknik bertanya yang dapat digunakan untuk memotivasi. Salah satunya adalah dari pendekatan apresiatif.

Ketika orang berada di titik nadir, motivasi itu sebetulnya masih bisa dibangkitkan asalkan orang itu masih bisa melihat kekuatan dirinya (atau dalam bahasa agama: bersyukur atas nikmat atau karunia Tuhan).

Pelajaran ini Lapangan Kecil dapatkan dari seorang  perawat di Jawa tengah, yang menangani pasien TB MDR (Tuberkulosis yang sudah tidak mempan dengan obat TB reguler. Umumnya karena pengobatan TB reguler mengalami kegagalan atau ybs drop out.

Pasien TB MDR harus berobat selama 2 tahun, tiap hari ke sarana kesehatan (Puskesmas atau RS). Di sana mereka mendapat injeksi (selama 6 bulan pertama) dan meminum obat (sampai 2 tahun) yang kerap mengakibatkan efek samping yang serius (pusing, mual, pandangan kabur, bahkan bisa sampai kehilangan pendengaran).

Dua tahun, setiap hari pula, bukanlah waktu yang sebentar. Karena itu, banyak pasien TB MDR yang mengeluh (bahkan putus berobat). Menghadapi pasien yang mengeluh, Ibu Perawat ini justru memilih untuk tidak menggurui dengan kalimat-kalimat PHP. Si Ibu Perawat justru mengembangkan dialog, yang kurang lebih sbb.


Ibu Pasien      : “Duh, kok masih lama ya, bu Puji. Rasanya, aku ga kuat, bu...”

Ibu Perawat    : “Ibu Ani, anak yang paling gede umur berapa ya, saya lupa..?

Ibu Pasien      : “17, bu Puji. Udah mau lulusan SMA...”

Ibu Perawat    : “Oh iya, si Tina udaha mau lulus ya. Alhamdulillah. Nah, terasa tidak bu Ani besarin anak 17 tahun?

Ibu Pasien      : “....iya, cepat banget rasanya, udah mau lulus SMA, terus nanti kerja..berkeluarga. Padahal, perasaan baru kemarin dia lahir...”

Ibu Perawat    : “Susah ga ngebesarin si Tina?”

Ibu Pasien      :”....................” TERDIAM

Ibu Perawat    : “Dibanding berobat TB, selama 2 tahun, mual, pusing, kaya mau pingsan, beratan mana? Lamaan mana hayo, 2 tahun berobat TB atau ngebesarin si Tina.”

Ibu Pasien      :”Iya, bu Puji. Tahu-tahu udah 17 tahun...”


Jadi, Si Ibu Perawat justru bertanya untuk menguak dan mengingatkan pasien akan  pengalaman yang sesungguhnya menunjukkan kemampuan pasien bertahan dan berjuang dalam waktu yang lebih panjang.

Dialog apresiatif singkat itu ternyata dapat membantu “mengatasi” keluhan. Hari-hari berikutnya dilalui Si Ibu Perawat dan Si Ibu Pasien tanpa keluhan serupa. Moga-moga saja Si Ibu Pasien dapat menuntaskan berobat sampai 2 tahun dan dinyatakan sembuh. (Risang Rimbatmaja - Lapangan Kecil 2016)

Komentar

Lapangan Kecil, 10 Januari 2016 10:04:15
Sami-sami, mas Yudi...sukses selalu sebagai pendamping bisnis/ wirausaha ya
Yudi Utomo, 08 Januari 2016 17:00:17
Pak Risang, tulisan dan tips yang inspiratif sebagai bahan 'motivasi' dan memperkaya teknik bertanya yang lebih menekankan pada apresiasi dengan membandingkan pada kejadian/pengalaman yg relevan.

PR saya dalam sebuah percakapan adalah untuk menggali pengalaman lawan bicara yang relevan yang dapat digunakan sebagai 'pembanding' agar si lawan bicara termotivasi.

Terima kasih telah berbagi, Pak Risang. :)
Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 180 + 5 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile