Fasilitator Dominan

02 September 2015 - Posted by admin

Fasilitator Dominan

Artikel-artikel Lapangan Kecil sebelumnya pernah membahas tentang cara mengatasi partisipan yang dominan. Sekarang, bagaimana kalau yang dominan itu fasilitatornya?

Lho, kok fasilitator dominan? Bukankah fasilitator itu mestinya membantu semua partisipan untuk banyak berbicara, berdiskusi dan bersepakat? Fasilitator kan mestinya menjaga proses saja? 

Tidak jarang, meski fasilitator paham betul peran dia sebagai pengelola urusan proses (komunikasi), bahkan jikapun dia menerapkan code bicara paling banyak 2 menit, kadang-kadang dia masih memposisikan sebagai yang dominan.

Dominan di sini artinya dia lebih sering bicara ketimbang partisipan (meski bicaranya pendek-pendek). Fasilitator juga menjadi dominan karena dia menjadi pusat dialog di forum, di mana ketika partisipan berbicara maka partisipan mengarahkan komunikasinya, baik verbal atau non verbal, padanya. Jadi, fasilitator seperti tempat mengumpulkan laporan, pendapat, keluh kesah, sanggahan, emosi, ide dll.

Padahal, untuk percakapan yang lebih matang (semisal, pada tahap dialog untuk saling  mengerti), partisipan harus bisa saling bicara dan mendengarkan. Tidak perlu fasilitator selalu menjembatani setiap percakapan.

Nah, untuk mengurangi dominasi dalam dialog di forum, berikut tips yang bisa dipertimbangkan.

1.    Saat partispan berbicara dengan mengarahkan wajah dan tubuhnya pada Anda, Anda bisa mempersilahkan, secara nonverbal, agar dia bicara pada forum. Misalnya dengan menggerakkan tangan dan menunjukkan arah bicara, yaitu ke orang-orang di forum (komunikasi nonverbal yang perlu ditunjukkan artinya, kurang lebih: yuk, silahkan disampaikan ke kawan-kawan partisipan lain, jangan ke saya saja)

2.    Bergeraklah. Anda jangan berdiri melulu di tengah forum atau di depan forum, sehingga yang berbicara “terpaksa” mengarahkan komunikasinya pada Anda. Bergeraklah secara perlahan ke sisi kiri, kanan, belakang dsb. Tentu saja, bergeraknya sambil mendengarkan baik-baik (Ini dapat ditunjukkan dengan Anda menganggung-angguk, tatapan mata tetap ke pembicara ataupun ke lantai seolah berpikir).

3.    Jangan berada di depan pembicara. Setelah mempersilahkan partisipan berbicara, Anda bisa berdiri di belakang pembicara, sementara pembicara akan menghadap ke forum. Kalau pun dia berbalik menghadap Anda, Anda bisa mempersilahkannya (dengan tangan atau verbal) untuk berbicara ke forum.

4.    Menghilang. Jika Anda merasa partisipan sudah matang dalam mengembangkan percakapan dan kehadiran Anda dirasa akan menyedot arah komunikasi, maka tidak ada salahnya anda pergi dari ruangan. Melipir, keluar dan coba perhatikan dari luar, apakah mereka dapat mengembangkan dialog di antara mereka sendiri? Kalau kurang yakin, Anda bisa menggunakan teknik kerja berkelompok sebelum keluar ruangan.

Mengurangi dominasi bukan berarti lari dari tanggung jawab. Tapi, di sini fasilitator justru bertanggung jawab untuk mematangkan kecakapan dialog antarpartisipan forum. Dengan demikian, ketergantungan forum pada fasilitator berkurang. Bahkan, harapannya mereka bisa mandiri.

Bagi fasilitator sendiri, melipir dari percakapan forum juga ada bagusnya. Dia bisa mengambil nafas atau rehat untuk memikirkan tahapan selanjutnya. Yang jelas, melipir bukan untuk main HP atau game ya.

Risang Rimbatmaja

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 194 + 7 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile