Fish Bowl & Pra-syaratnya

02 Juni 2012 - Posted by admin

Fish Bowl & Pra-syaratnya

Fish bowl atau dalam bahasa Indonesia, mangkuk atau wadah ikan, adalah teknik fasilitasi yang cukup efektif untuk membangun mutual understanding, khususnya di antara mereka yang memiliki latar belakang atau pekerjaan berbeda. Tapi, ini dengan catatan, fasilitator cukup peka memperhatikan proses pendahuluannya.

 

Dalam panduan generik, yang bisa temukan dalam buku-buku fasilitasi, aplikasi Fish Bowl cukup mudah. Pertama, sampaikan tujuan diskusi. Kedua, undang kelompok pertama (semisal manajer) untuk duduk membentuk lingkaran, sementara kelompok lain, semisal supervisor dan staf, duduk membuat lingkaran di luarnya. Ketiga, minta kelompok lingkaran pertama mendiskusikan satu topik atau pertanyaan dan minta kelompok di luar untuk mendengarkan baik-baik. Keempat, buka ruang komentar atau pertanyaan bagi semua orang di ruangan. Kelima, berganti peran, yang tadinya berdiskusi menjadi pendengar. Kalau ada lebih dari dua kelompok, ya tentu digilir.

 

Fish Bowl memang dapat membuka ruang partisipasi yang bebas dan tanpa tekanan bagi kelompok yang relatif homogen (dari sisi latar belakang/ pekerjaan atau karakteristik lainnya, bukan dari aspek perspektif/ ideologi/ pendapat). Pada saat yang sama, kelompok lain bisa memperhatikan dan sejurus kemudian, bergiliran menyampaikan pandangan/ pendapatnya.

 

Namun, pengalaman Lapangan Kecil menunjukkan bahwa dalam konteks tertentu, perlu proses pendahuluan agar tidak menguatkan konflik antarkelompok, khususnya bila ternyata pengelompokkan juga diwarnai sedikit banyak dengan konflik. Untuk itu, rumusan generik di atas tidak bisa serta merta diimplementasikan.

 

Proses perkenalan, divergensi, mutual understanding, khususnya yang berpasangan atau dalam kelompok kecil yang berisi partisipan beragam perlu dilakukan telebih dahulu. Selain itu, keterampilan memberi dan menerima feedback/ feedforward pun menjadi kritikal agar setiap individu lebih berorientasi pada perbaikan diri dan partisipan lain.

 

Dalam satu kesempatan workshop ASF (the Art and Science of Facilitation), Lapangan Kecil pernah mencontohkan praktik Fish Bowl di antara dua kelompok, yakni dokter dan pasien. Karena proses pendahuluannya sudah cukup memadai, Fish Bowl berjalan mulus. Dari laporan satu kelompok ke seniornya (yang kemudian disampaikan ke Lapangan Kecil), Fish Bowl ternyata menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sikap pasien terhadap dokter dan sebab-sebabnya.

 

Risang Rimbatmaja 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 140 + 8 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile