Kecil tapi penting 3: Membawa diskusi kelompok menjadi percakapan forum besar

13 Juni 2015 - Posted by admin

Kecil tapi penting 3: Membawa diskusi kelompok menjadi percakapan forum besar

Saat fasilitator ingin membawa hasil diskusi kelompok menjadi percakapan forum besar, maka perilaku dia pun harus menyesuaikan.

Biasanya fasilitator akan meminta kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di forum besar. Nah, perilaku-perilaku fasilitator berikutnya menentukan.

Ada fasilitator yang justru melangkah mendekat ke juru bicara kelompok. Saking dekatnya, sang jubir kemudian menyesuaikan suaranya. Volume suara menjadi sedang atau rendah karena mengira dia hanya berbicara dengan fasilitator. Akibatnya, orang-orang lain asyik bicara sendiri.

Atau ada fasilitator yang berdiri diam dan juru bicara berbicara ke arahnya. Seolah-olah juru bicara sedang “melaporkan” hasil diskusinya ke fasilitator dan fasilitator sendiri menikmati menjadi pusat percakapan.

Dengan dua kondisi di atas, sulit rasanya membawa hasil diskusi kelompok menjadi percakapan forum.

Untuk menjadi percakapan forum besar, maka presentasi sang jubir harus diarahkan ke kelompok-kelompok lain. Sementara, kelompok-kelompok lain pun harus mendengarkan. Percakapan antara jurbir dan kelompok lain dapat diamati dari komunikasi nonverbal yang berlangsung (percakapan nonverbal).

Dalam pengalaman kami, percakapan nonverbal antara jubir dan kelompok-kelompok lain dapat dibantu dengan perilaku-perilaku berikut.

Dari pada mendekat ke kelompok, lebih baik fasilitator mengambil jarak yang cukup sehingga jubir bicara lebih keras. Yang kedua, sebaiknya fasilitator sesekali “menghilang” bergerak ke kiri dan ke kanan, sehingga jubir “tidak bisa” berbicara ke fasilitator, tetapi “terpaksa” mengarahkan mata, mulut dan tubuhnya ke kelompok-kelompok lain.

Kalau pun jubir tetap bersikeras mencari-cari fasilitator, maka fasilitator dapat memberikan tanda dengan tangannya: silahkan sampaikan ke kelompok-kelompok lain.

Iya, namanya kan diskusi forum, bukan laporan ke fasilitator. Jadi, fasilitator tidak boleh menjadi pusat.

 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 145 + 6 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile