Memanfaatkan Jeda Hening

12 April 2015 - Posted by admin

Memanfaatkan Jeda Hening

Jeda hening adalah bentuk komunikasi nonverbal yang cukup penting saat mengelola percakapan.

Fungsinya beragam, mulai dari menarik perhatian, mengajak berpikir atau berefleksi, sampai menunjukkan emosi tertentu. Namun, dalam komunikasi, yang paling penting dari penggunaan jeda hening adalah untuk terbangunnya komunikasi nonverbal dua arah. Semisal, bila Anda mengangguk-angguk lalu khalayak (murid, partisipan, penonton) ikut mengangguk-angguk, saat itulah “komunikasi sesungguhnya” tengah terjadi.

Secara umum, jeda hening biasanya tidak berlangsung lama, 3-5 detik rasanya sudah cukup. Jeda hening dapat berlangsung lebih lama bila kita ingin menyampaikan emosi yang kuat (semisal, saat Anda kecewa luar biasa dan ingin khalayak merasakan kekecewaan Anda, maka jeda hening bisa berlangsung lebih dari 5 detik).  

Agar bisa efektif, jeda hening perlu dilakukan dengan dibarengi komunikasi nonverbal lain yang kuat. Dengan kata lain, jeda hening bukan komunikasi nonverbal yang dapat berdiri sendiri.

Contoh-contoh penggunaan jeda hening.

“Anak-anak, mari kita mulai pelajaran kita..........(jeda hening, sambil menyapa mata murid-murid dengan mata berbinar-binar, tersenyum, mengangguk-angguk atau menunjukkan raut wajah mengajak)

“Anak-anak, coba pikirkan, apa jadinya organisasi bila tidak punya tata tertib.....hmmm.... (jeda hening, sambil melihat jauh ke depan, telunjuk ke kening, berkerinyit berpikir)

“Luar  biasa! Di panggung semalam kalian tampil luar biasa.....(jeda hening, sambil menyapa mata  sejumlah siswa, tersenyum, mengangguk-angguk kagum).

Selamat mencoba!

 

Risang Rimbatmaja

www.lapangankecil.org

Komentar

anis nugrahanto, 13 April 2015 03:54:08
heningku terlalu lama,...hingga rasanya kaku untuk bayangkankan kehadiran Mas Risang dan mBak Winnie Sang...."andaikan kan kau datang kembaliii...
Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 107 + 4 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile