Muji tapi ada tapinya

28 Maret 2015 - Posted by admin

Muji tapi ada tapinya

Saat membahas feedback yang apresiatif, seorang partisipan menceritakan pengalaman yang menurutnya kurang menyenangkan. “Atasan saya sering memulai dengan pujian, tapi ada tapinya: Bu Kemala, proposalnya sudah cukup bagus, detail. Taaapi, bahasanya terasa kurang mengalir. Wuih, saya serasa naik ke atas, lalu jatuh, bruk,” ujarnya mencontohkan.

Feedback bisa berkenaan dengan kekurangan atau hal yang mesti diperbaiki dan/atau hal yang sudah bagus dan karenanya, perlu dipertahankan. Keduanya bisa sampaikan dalam satu kesempatan.

Namun, bila diawal mengapresiasi lalu disambung dengan tapi (tentang kekurangan), orang memang cenderung memperhatikan yang terakhir.

“Ini kamu sebetulnya sudah bagus lho, taapii...sayang itunya kurang”.

Orang lebih memperhatikan yang terakhir, dan lupa hal positif yang telah disampaikan. Lama-lama orang mungkin memandangnya sebagai siasat saja. Tidak sungguh-sungguh ingin mengapresiasi kelebihan/ kekuatan.

Akibatnya, penerima feedback cenderung menjadi kecewa atau sedih karena diperlihatkan kekurangannya. Apalagi, bila kekurangannya disampaikan dengan bahasa judgemental, yang muncul bisa-bisa sakit hati dan dendam.

Agar feedback kita lebih berpeluang untuk diterima, akan lebih baik kita menghilangkan tapi. Bila memang ada dua-duanya, kekurangan dan kelebihan/ kekuatan, sampaikan saja secara sejajar. “Kekuatan Anda adalah ini itu ini itu. Kekurangannya adalah ini itu ini itu.”

Kalau pun terlanjur terbiasa menggunakan tapi, gunakan tapi untuk mengantar kelebihan/kekuatan. Sehingga, feedback yang diterima Ibu Kemala dari atasannya kurang lebih dapat menjadi: “Saya sudah baca proposal Anda. Antar paragraf masih kurang tersambung. Masih perlu kalimat atau paragraf yang menjembatani supaya lancar dibacanya. Tapi, saya suka karena idenya detail, jadi orang bisa membayangkan kegiatannya seperti apa di lapangan. Tolong perbaiki lebih lanjut, Bu Kemala ya.”

Risang Rimbatmaja
www.lapangankecil.org

 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 129 + 8 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile