Jawaban yang dinginkan atau dibutuhkan

10 Maret 2015 - Posted by admin

Jawaban yang dinginkan atau dibutuhkan

Jawaban seperti apa yang Anda harapkan ketika bertanya pada anak atau murid? Apakah jawaban yang diinginkan? Atau yang dibutuhkan?

Ini mirip-mirip dengan urusan pembelian barang. “Jawaban yang diinginkan” merujuk pada jawaban-jawaban yang sudah diantisipasi, yang sesuai dengan kerangka pikir penanya. Sementara, “jawaban yang dibutuhkan” merujuk pada jawaban yang otentik, sesuai dengan perasaan, sikap, dan/atau pengalaman, yang bisa saja berada di luar kerangka pikir penanya.

Saat bertanya pada anak, “Sekolahnya tadi menyenangkan, ga?”, mungkin kita memiliki jawaban atau jawaban-jawaban yang diinginkan. Ketika anak menjawab, “Sekolahnya menyenangkan kok, bu”; maka keinginan kita terpenuhi. Perkara jawabannya jujur atau tidak, asal sesuai kerangka pikiran, maka kita mudah merasa puas.

Namun, kalau anak menjawab, “Sekolahnya ga menyenangkan, bu.”, maka keinginan kita tidak terpenuhi dan di situ ada rasa kaget. Karena kerangka pikir kita sudah menentukan pilihan-pilihan jawaban yang kita anggap benar. Karena berbeda dengan kerangka pikir kita, maka jawaban anak tadi kita pandang salah.

Jika sudah memandang anak itu salah, maka komunikasi biasanya berlangsung kurang menyenangkan bagi anak.  Selanjutnya, pertanyaan atau pernyataan yang bermuatan “vonis” mudah dilontarkan. “Kok bisa tidak menyenangkan?”; “Ga boleh begitu dong.”; “Mestinya kamu begini begitu....” Dll.

Pilihan lain adalah “jawaban yang dibutuhkan”. Di sini penanya memiliki pikiran terbuka, tanpa pilihan-pilihan jawaban yang dianggapnya benar, sehingga apa pun jawabannya, dia selalu menyimak dan menggalinya lebih lanjut.

“Bagaimana sekolah hari ini, nak?”
“Ga asyik, bu”

“Oh begitu, apanya sih yang ga asyik”
“Temen-temennya, bu..”

“Temen-temen?”
“Iya, bu. Pada minta duit. Maksa pula. Tadi Adi ga makan siang. Uangnya diminta paksa sama, si Budi.”

“Minta paksanya seperti apa?”
“Ih, leher Adi dicekek, bu!”

“Terus?”
“Dia bilang begini..............”

Dst.

Jawaban yang dibutuhkan bisa penuh dengan hal yang baru, membuat kita terkaget-kaget. Namun, kita telah menyiapkan diri untuk tidak bersikap judgmental. Bagi anak atau murid, ini memberi ruang mengalirkan cerita secara panjang lebar (tebal) dan utuh.

(Bersambung: Teknik agar mendapatkan jawaban yang dibutuhkan)

Risang Rimbatmaja
www.lapangankecil.org

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 117 + 7 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile