Salam untuk bangun hubungan dan enerji tambahan

09 November 2014 - Posted by admin

Salam untuk bangun hubungan dan enerji tambahan

Saat memulai percakapan fasilitator biasanya menyampaikan salam kepada forum, entah itu assalamualaikum, selamat pagi, salam sejahtera atau lainnya. Memberi salam adalah awal yang baik, khususnya bila salam dapat membangun hubungan degan forum dan memberi "enerji" tambahan bagi fasilitator.

Salam mestinya bukan sekedar formalitas atau sekedar tanda ingin mulai bicara. Salah satu contoh memberi salam yang kurang membangun hubungan adalah menyampaikan salam tanpa dibarengi bahasa non-verbal yang sesuai. Semisal, memberi salam tanpa melihat khalayak atau malah melihat catatan, lantai, langit-langit atau lurus ke depan, tanpa memperhatikan orang.

Contoh "menolak" enerji tambahan dari forum adalah saat mendapatkan respon dari forum (wa'alaikumsalam, selamat pagi, salam sejahtera dll), fasilitator malah sibuk melakukan hal lain atau malah langsung berbicara sebelum forum selesai merespon salam.

Salam bukan kata-kata biasa. Salam itu adalah doa untuk suatu kebaikan. Menyampaikannya tidak bisa hanya sebatas di bibir saja. Namun, perlu menghadirkan hati. Dan perasaan itu mesti terpancar di bahasa non-verbal: tatapan mata, mimik, para-language dll.

Saat mendapat respon, si fasilitator sesungguhnya tengah mendapat doa dari forum. Karena itu, fasilitator perlu meresapi respon forum baik-baik. Berusaha mensyukuri doa itu. Berharap agar doa itu terkabulkan. Dan perasaaan itu pun mesti tampak dalam bahasa non-verbal fasilitator (diambil dari materi sesi belajar teknik fasilitasi - lapangan kecil/ Risang Rimbatmaja, 2014).

 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 135 + 4 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile