Fasilitasi Kelas Besar (2)

14 Juli 2014 - Posted by admin

Fasilitasi Kelas Besar (2)

Beberapa waktu lalu --di Lembang-- Lapangan Kecil berkesempatan mengelola Sesi Belajar Bersama Fasilitasi yang berisikan 80 peserta. Ini bukan pertama kali Lapangan Kecil mengelola kelas besar. Beberapa waktu lalu,  Lapangan Kecil pernah memfasilitasi proses belajar bersama kader di Kota Padang berjumlah 250 orang. Juga dengan Jurusan Planalogi ITB, 90 mahasiwa. Kelas besar lain yang layak disebut adalah sesi belajar fasilitasi bersama Fasilitator STBM, sekitar 90 orang juga.

Tapi ketiga contoh itu berbeda dengan sesi di Lembang. Di Padang, sesinya berlangsung hanya sekitar 14 jam. Sesi di ITB hanya 8 jam. Sesi bersama Fasilitator STBM bahkan kurang dari 8 jam. Sementara, di Lembang proses belajar fasilitasi selama 64 jam.

Bagi Lapangan Kecil, kelas besar membutuhkan metode yang agak berbeda dengan sesi kelas kecil. Dalam artikel sebelumnya, yakni fasilitasi kelompok besar , yang didasarkan pada pengalaman mengelola sesi pelatihan 2 hari bersama 250 peserta di Padang (http://www.lapangankecil.org/teknik40_fasilitasi_kelompok_besar.html), Lapangan Kecil menyusun resep sbb:

 - Sedikit bicara

 - Redirecting

 - Sesi energizer yang teratur

 - Kerja kelompok yang dirancang secara hati-hati 

 - Optimumkan teknik-teknik seni fasilitasi

 - Disiplin waktu

 - Humor

 

Strategi bagi sesi 64 jam di Lembang  didasarkan pada pembelajaran-pembelajaran sebelumnya dan selain tips di atas, rumusan yang digunakan adalah sebagai berikut.

 

 1) Investasi yang lebih banyak untuk pengembangan norma kelompok. Ini dimulai dari sesi perkenalan yang memadai, posisi interaksi (tempat duduk) yang sering diacak, latihan kemampuan mendengarkan dan komunikasi non verbal yang lebih intensif, kemampuan saling memahami (seperti memahami perbedaan interest dan position) dan antisipasi konflik.

2)  Delegasikan posisi fasilitator pembelajaran pada kelompok-kelompok atau sejumlah peserta.

3)  Pecah proses pembelajaran dalam kelompok-kelompok secara variatif. Variasinya bisa dari sisi jumlah kelompok, anggota yang kerap berganti, dan juga metode (tradeshow, jigsaw, kelompok melingkar, kelompok segaris, dll).

 4) Hadirkan unsur kompetisi, baik antarkelompok (penilaian antar-kelompok) maupun individual (semisalnya penilaian satu peserta oleh kelompok).

Dalam sesi pembelajaran di Lembang 3-9 Juli 2014 lalu, rumusan di atas dirasakan cukup bermanfaat. Moga-moga di sesi pembelajaran selanjutnya, 19-25 Agustus 2014, rumusan di atas bermanfaat juga. Untuk kawan-kawan fasilitator yang akan menghadapi kelas besar, silahkan mencoba.

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 165 + 1 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile