Teknik Dasar: Menggunakan Nama Partisipan

05 November 2013 - Posted by admin

Nama bukanlah sekedar nama. Nama bukan hanya identitas. Orang diberi nama oleh orang tuanya dengan maksud-maksud yang baik. Nama menunjukkan perasaan kasih sayang, kesenangan, harapan, mimpi atau do’a. Menyebut nama ketika memanggil/ menyebut/ mengajak seseorang membuat orang yang dipanggil itu merasa “hadir” dan dihargai. Karenanya, fasilitator harus selalu menyebut seorang ibu lengkap dengan nama (yang disukainya). Hindari memanggil hanya dengan sebutan ibu (tanpa nama) atau malah menyebut ciri-ciri, seperti tolong ibu yang pakai baju biru ini…. Hindari pula hanya menyebut sebagian ibu dengan nama, sementara yang lainnya tidak, karena ini dapat memunculkan kecemburuan.

 

Cara mudah menghapal nama adalah menggunakannya segera dan berulang kali dalam percakapan. Sambil mengucapkan namanya, hapalkan pula ciri-cirinya. Berikut ini adalah contoh praktis yang dapat dipraktikkan fasilitator.

 

Menghapal sambil bertanya

 

Fasilitator (belum hapal)        : Maaf, ibu……?

Ibu Aminah                              : Aminah, mas..

Fasilitator                                : Oh iya, Ibu Aminah…suka lupa saya, jadi Ibu Aminah

                                                 suka ke pasar bersama cucu Ibu Aminah ya. Nah, Ibu

 Aminah, di pasar itu Ibu Aminah beli apa saja. Cerita

 dong Ibu Aminah….

 

Menghapal ketika pertama kali berjumpa

 

Fasilitator                                : Saya Budi, bu. Ibu….

Ibu Aminah                              : Aminah, mas.

Fasilitator                                : Oh Ibu Aminah, Kalau Ibu Aminah tinggal di mana?

Ibu Aminah                              : Saya tinggal di Kampung Duren, mas Budi

Fasilitator                                : Oh, Kampung Duren yang dekat kolam ikan itu ya, Ibu Aminah?

Ibu Aminah                              : Betul, mas Budi.

Fasilitator                                : Saya pernah beberapa kali ke sana lho, Bu Aminah.  Kan di sana ada pemancingan ya Ibu Aminah? Ramai benar ya Bu Aminah ya.

 

Fasilitator pun memiliki kesempatan menghapal nama partisipan ketika menguping pembicaraan ibu-ibu. Begitu satu nama ibu disebut, segera ulangi menyebut nama itu beberapa kali dalam hati dan segera tuliskan agar tidak mudah lupa.

 

Membantu Ibu-Ibu Menghapal Nama: Bukan hanya fasilitator yang mesti menghapal nama-nama, namun ibu-ibu pun harus bisa saling menghapal nama. Dengan demikian, ibu-ibu pun akan menyapa/ menyebut/ memanggil kawannya lengkap dengan nama. Untuk membantu proses menghapal nama, fasilitator dapat menggunakan berbagai permainan.

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 171 + 7 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile