Mengatasi tekanan “merendahkan”

31 Mei 2013 - Posted by admin

Mengatasi tekanan “merendahkan”

Kita sering dinasehati untuk bersikap apresiatif (bersyukur) atas pencapaian atau kondisi kita. Dengan begitu, moga-moga, peluang kemajuan terbuka lebar.

 

Namun, terkadang masalahnya bukan pada sikap kita. Adakalanya, justru orang lain dalam tim, bahkan atasan kita yang memberi komentar-komentar kurang apresiatif.

 

Kalau komentar kurang apresiatifnya dibarengi dengan komentar apresiatif, api semangat biasanya mash menyala. Semisal, kalau atasan atau anggota tim kita mengatakan, “Bagian ini kurang nih, harus dibenerin. Nah, kalau yang ini sudah bagus. Seperti ini dong dibuatnya.”

 

Namun, ada orang yang terlalu agresif, membabi buta. “Rencana kamu sama sekali tidak bisa saya pahami!”; “Hasil seperti ini ga bisa diterima sama sekali”; “Tidak ada yang betul ini!”

 

Mungkin hasil kerja kita memang kurang baik, tapi menyalahkan semua hal bia membuat motivasi kita turun drastis.

 

Lantas bagaimana reaksi kita? Terbakar emosi untuk berbuat lebih baik? Ini salah satu ekspresi positif.

 

Atau justru emosi dan menarik diri dari tim karena merasa tidak diapresiasi?

 

Seperti kerja fasilitasi pada umumnya, apresiasi itu mesti dicari. Teknik-teknik facilitative listening bisa  membuat orang lain bersikap lebih apresiatif. Berikut tips-nya.

 

Mendengarkan secara aktif untuk cari apresiasi

 

A : “Saya sama sekali tidak ngerti sama ide kamu. Membingungkan semuanya!”

B : “Mana nih yang paling membingungkan?”

A : “Yang ini lho………………………..”

B : “Oh begitu ya…hmm..iya, iya saya paham kebingungan kamu adalah karena yang ini….?”

 

Ikuti dan selami percakapan, lalu….

 

B : “Kalau yang lainnya bagaimana? Nah yang ini, apakah membingungkankah? Atau mudah dipahami”

A : “Kalau ini saya ngerti, maksudnya kan ini ………………………..”

B : “Iya betul, maksudnya yang ini memang agar ……………………”

 

Mendengarkan secara aktif dan check sisi lain (teknik mengurangi generalisasi dan distorsi)

 

A : “Ini salah semua! Ga ada yang bener!”

B : “Bagaimana pak, mana yang kelihatannya paling ga beres yang perlu saya bereskan, pak?”

A : “Yang ini, yang ini juga, yang ini juga ………………………..”

 

B : “Di antara ini, apakah ada yang sudah cukup atau bisa saya pertahankan, yang bagian mana ya?”

A : “Yang ini sih ga apa, sudah bagus, yang ini dan itu dan itu yang kudu diberesin!”

B : “Baik pak, jadi yang ini sudah bagus ya pak, saya segera beresin yang ini dan itu, pak”

 

Jangan lupa, setelah mendapat komentar apresiatif (walau minim), segera amplifikasi (perbesar) dengan kita bersikap apresiatif juga (bersyukur).

 

 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 111 + 7 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile