Kerja fasilitasi tidak melelahkan

04 Mei 2013 - Posted by admin

Kerja fasilitasi tidak melelahkan

Satu waktu kami melempar pertanyaan pada partisipan workshop belajar fasilitasi, kenapa kerja fasilitasi tidak melelahkan?

 

 

Jawaban kawan-kawan partisipan cukup beragam:

 

“Karena yang kerja itu anggota kelompok,”

“Karena kita cuma ngomong sedikit, sekitar 1,5 menit. Sisanya kelompok yang bicara”

“Karena kita hanya nanya-nanya saja”

“Karena fasilitator ga kecapean nyuruh ini itu sampai stress”

 

Kami menanggapi cepat bahwa itu semua adalah jawaban mantap karena mereka memanfaatkan definisi dasar fasilitasi, yakni fasilitator sebagai orang yang “membantu” percakapan (proses) ketimbang content (isi pembicaraan). Tapi segera pula kami  katakan, “Itu jawaban yang mantap buat orang yang baru mengenal kerja fasilitasi. Rasanya, fasilitator seperti kawan-kawan punya penjelasan lain…?”

 

“Karena kerjanya menyenangkan, ga kerasa kerjanya dan senang kalau lihat hasilnya!” jawab seorang fasilitator perempuan dari Jawa Timur.

 

“Itu dia, itu yang mesti dicari!!!”

 

Pada satu waktu, kita merasa senang dengan kerja fasilitasi (kerja pendampingan, komunikasi atau apapun istilahnya). Tapi pada waktu lain kita merasa lelah, kecapean, penat atau bahkan kesal. Namun, pada dasarnya kita sendiri yang memilih, apakah mau senang atau kesal.

 

Kerja fasilitasi tidak melelahkan karena kita memilih untuk menikmati, menyenangi dan mensyukuri interaksi dengan orang-orang. Kita bisa memilih itu karena seorang fasilitator memiliki keinginan dan kemampuan mengapresiasi (atau kadang kami menggunakan istilah mensyukuri nkmat) bahkan dalam kondisi yang kelam sekalipun (semisal dengan menggunakan exception question/ pertanyaan pengecualian). Bukan hanya itu, fasilitator pun dapat “memperoleh” dan “membagi” rasa senang pada orang lain semisal dengan melakukan teknik-teknik mimicking. Dengan keinginan/ kemampuan itu, kerja fasilitasi tentu menjadi menyenangkan.

 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 143 + 4 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile