Belajar komunikasi apresiatif

23 April 2013 - Posted by admin

Belajar komunikasi apresiatif

Seorang fasilitator pernah mengeluhkan sulitnya memotivasi anggota suatu kelompok berkomunikasi secara apresiatif. Dalam diskusi-diskusi dia selalu menekankan, “Tolong, kawan-kawan cari hal positif dari pendapatnya, jangan kelemahannya saja. Ayo pikirkan.”


Tapi anggota-anggota kelompok nampaknya selalu bernafsu untuk kembali melihat hal-hal yang “perlu diperbaiki” atau kekurangan-kekurangan. Atau, kadang yang muncul hanya siasat berkalimat. “Ini kamu bagus lho, tapi…”


Memotivasi orang  bersikap apresiatif memang tidak semudah yang dipikirkan banyak fasilitator.


Pengalaman kami, dibutuhkan sekedar siraman informasi atau pemaparan tentang teknik-teknik berkomunikasi secara apresiatif. Bersikap apresiatif bukan sekedar masalah pengetahuan ataupun keterampilan, tapi faktornya adalah hal-hal yang lebih dalam seperti nilai atau belief dan itu semua tidak selalu bisa diakses melalui proses rasional (mempertimbangkan untung – rugi untuk mencapai tujuan).


Pengalaman kami, aspek perasaan lebih kuat.


Karenanya, dalam proses pembelajaran berkomunikasi apresiatif, sebaiknya anggota kelompok difasilitasi untuk berinteraksi dengan panduan yang longgar agar masing-masing merasakan munculnya perasaan-perasaan seperti merasa dihargai, tenang, hadir, nyaman, percaya, jujur, tulus dan lain-lain. Begitu sudah mulai merasakan hal-hal itu dalam interaksi, maka berkomunikasi aprsiatif menjadi lebih mudah. Terkadang, jadinya, kita tidak perlu mengintroduksi teknik-teknik berkomunikasi secara apresiatif sama sekali. Risang Rimbatmaja

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 174 + 7 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile