Keterampilan Pemimpin Fasilitatif

05 November 2013 - Posted by admin

Keterampilan Pemimpin Fasilitatif

Kepemimpinan yang fasilitatif saat ini semakin dibutuhkan organisasi publik ataupun privat. Hal ini tidak lepas dari pentingnya partisipasi penuh dari anggota organisasi dalam upaya mencapai tujuan-tujuan organisasi. Seperti yang disampaikan Jenkins & Jenkins (The 9 Disciplines of a Facilitator: Leading Groups by Transforming Yourself, 2006), kepemimpinan fasilitatif memungkinkan semua gagasan-gagasan yang relevan muncul dan sekaligus menciptakan lingkungan yang konstruktif bagi dialog yang mengarah ke jalan keluar yang inovatif (innovative breakthroughs).

 

Terkait dengan kepemimpinan fasilitatif, Jenkins & Jenkins menyebut 3 (tiga) tipe keterampilan yang seyogyanya dimiliki pemimpin, yakni 1) facilitating the environment, 2) facilitating diagnosis, dan 3) facilitating resolution.

 

Keterampilan pertama mengacu pada keterampilan membangun trust dalam organisasi atau tim. Ketika memfasilitasi pertemuan, pemimpin yang fasilitatif harus mampu membangun situasi saling menghargai di antara anggota dan kepercayaan di antara anggota organisasi bahwa pendapat mereka didengarkan dan dipertimbangkan secara serius. Menurut Jenkins & Jenkins, pertanyaan kuncinya adalah “What social/psychological atmosphere is needed to get this job done?

 

Keterampilan kedua mengacu pada kemampuan untuk menjawab pertanyaan diagnostis,  What is going on here?”  Di sini, pemimpin harus dapat memahami tantangan dan peluang yang ada. Dalam proses fasilitasi, misalnya dalam sebuah pertemuan dengan anggota, pemimpin harus memhami isi pertemuan (meskipun bukan ahlinya), dan informasi apa yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan. Dari sisi metodologi fasilitasi, pemimpin harus menyiapkan langkah-langkah yang partisipatif. Dan terakhir, pemimpin harus memperhitungkan nilai-nilai yang dianut dan karakteristik lain dari anggota-anggota yang terlibat. 

 

Keterampilan terakhhir, memfasilitasi resolusi kolektif, mengacu pada pertanyaan, “What

can be done to improve the situation?” Menurut Jenkins & Jenkins,  resolusi semacam itu adalah kombinasi dari tiga hal, yakni situasi masa datang yang bisa dimunculkan, solusi yang disepakati organisasi, dan komitmen untuk mewujudkan kedua hal pertama.  Tidak seperti fasilitator umumnya, di sini, pemimpin fasilitatif harus mampu mengelola content (isi dialog), proses, dan orangnya.

 

Risang Rimbatmaja 

 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 172 + 3 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile