Group Memory

30 Juni 2012 - Posted by admin

Group Memory

Menurut Kaner dkk (Facilitator's Guide to Participatory Decision Making), group memory (menuliskan ide partisipan di flip chart atau media lain yang bisa dilihat bersama) merupakan cara yang ampuh untuk memastikan partisipasi yang optimal. Kenapa demikian? Berikut ini ada sejumlah alasan, yang saya sendiri kerap alami.


1. Menghargai ide dan partisipan yang menyampaikan ide. Kalau ide ditulis, maka idenya berharga. Kalau idenya berharga, orangnya berharga. Jadi, menuliskan ide orang itu juga berarti menghargai orang. Kalau saya memfasilitasi diskusi di kampung-kampung, saya sering lho melihat wajah warga menjadi cerah ketika idenya dituliskan.

2. Memperpanjang kemampuan otak. Menurut riset yang Kaner kutip, otak manusia umumnya hanya mampu mengingat tujuh hal/ info dalam ingatan pendeknya. Kalau berlebih, pasti ada yang terlupakan. Coba saja mengingat nomor telp kawan kita yang berisi 7 angka. Kalau berusaha terus dihapal, ya pasti hapal, tapi coba mengingat nomor lain yang juga berisi 7 angka. Nomor yang pertama biasanya jadi lupa. Jadi, menuliskan ide membantu otak kita untuk berproses terus tanpa melupakan ide-ide yang sudah diproses sebelumnya.

3. Membuat orang memberi perhatian pada ide orang lain. Rasanya sudah biasa kalau orang cenderung merangkai ide-ide selagi orang lain menyampaikan idenya (kita juga mungkin begitu ya?). Dengan kata lain, kita tidak memperhatikan orang lain yang bicara namun lebih asyik masyuk mempersiapkan ide kita. Nah, dengan menuliskan ide di kertas flipchart, maka kita jadi "terpaksa" memperhatikan ide orang lain.

Bagaimana cara membangun group memory, silahkan lihat tulisan lain di situs ini.

Terimakasih sudah membaca. Semoga berguna.

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 199 + 4 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile