Aturan Sederhana Brainstorming

30 Juni 2012 - Posted by admin

Aturan Sederhana Brainstorming

Brainstorming atau curah pendapat adalah metode partisipatif yang efektif untuk mengumpulkan ide-ide. Untuk memaksimalkan sessibrainstorming fasilitator perlu menyampaikan aturan-aturan sederhana, misalnya sebagai berikut.

 

Kuantitas, bukan kualitas. Fasilitator perlu menyampaikan bahwa yang penting adalah kuantitas ide. Jadi, keluarkan ide sebanyak-banyaknya (atau tulis sebanyak-banyaknya, bila menggunakan teknik seperti brainwriting atau dengan metaplan card). Fasilitator perlu menekankan bahwa partisipan sebaiknya rileks dan mengeluarkan ide tanpa merasa terbebani apakah ide itu bagus atau jelek. Partisipan pun perlu diajak untuk segera mengeluarkan ide baru setelah satu ide muncul, tanpa menimbang-nimbang apakah ide yang baru ditulisnya itu bagus atau jelek. Keluarkan, dan keluarkan lagi yang baru, dst.

 

Dorong ide-ide liar dan berlebihan. Di sini fasilitator perlu mendorong partisipan untuk mengeluarkan ide secara bebas. Ide-ide liar yang tidak pernah dipikirkan orang kerap kali menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Di sini partisipan perlu mengetahui bahwa ide tidak ada yang salah dan yang benar dan musuh kreativitas terbesar adalah kekhawatiran untuk takut keliru.

 

Tahan penilaian. Dalam tahap curah pendapat ide-ide mesti dikeluarkan tanpa menerima kritikan, cemoohan, ataupun bentuk-bentuk penilaian lainnya. Semua ide perlu dihargai sama. Di sini fasilitator perlu mengajak semua partisipan agar menahan diri untuk tidak menyampaikan kritik ataupun masukan. Semua ide harus ditampung. Karenanya, fasilitator perlu mengintervensi bila ada partisipan lain menyampaikan kritik ataupun sekedar masukan. Ingatkan bahwa nanti akan tersedia waktu untuk memberi masukan, penilaian atau kritikan.

 

Bangun ide baru dari ide yang sudah muncul. Salah satu cara berkreativitas adalah dengan mengeluarkan suatu ide dengan melihat ide yang sudah muncul sebelumnya. Ini adalah prinsip asosiasi yang sangat sentral dalam pengembangan kreativitas. Leonardo da Vinci sendiri mengatakan bahwa segala sesuatu berhubungan dengan segala sesuatu lainnya. Sebagai fasilitator Anda harus membuka pikiran partisipan untuk tidak ragu-ragu memunculkan ide baru dari ide partisipan lain. Juga, fasilitator perlu menekankan agar tidak ada yang merasa idenya "dicuri" bila rekannya memanfaatkan idenya untuk dikembangkan lebih lanjut. Risang Rimbatmaja

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 131 + 2 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile