Pertanyaan Mencari Pengecualian (Exception-finding question)

18 Juni 2012 - Posted by admin

Pertanyaan Mencari Pengecualian (Exception-finding question)

Para kontruktivis percaya bahwa, sebagai fasilitator, pertanyaan yang kita lontarkan akan mengarahkan ke mana jawaban atau bahkan kondisi orang yang kita tanya. Kalau kita bertanya tentang masalah/ problem, semisal kalau kita ke kampung dan bertanya pada warga, apa sih masalah-masalah yang dihadapi warga di sini? Maka yang muncul sebagai tanggapan, selain daftar masalah, adalah kemuraman, ke-putus-asa-an, ketidakberdayaan, ketergantungan dll.

 

Sebaliknya, kalau kita bertanya tentang pencapaian, keberhasilan, atau prestasi puncak maka selain daftar keberhasilan, akan muncul juga kegembiraan, semangat, aura positif, dan lain-lain.

 

Namun, bagaimana halnya kalau kondisinya adalah orang sudah terlanjur terliputi dan bercerita tentang masalah, kegagalan, kemuraman dll?

 

De Joung dan Miller (1999) menawarkan teknik-teknik wawancara untuk pencarian strength, salah satunya adalah pertanyaan mencari pengecualian (exception-finding question). Caranya mudah saja, yakni ketika orang bercerita tentang kegagalan, semisal:

 

“Saya tidak bisa mengatur anak ini. Kalau tidak pukul, dia tidak akan nurut!”

 

Maka, teknik pengecualian bisa dilontarkan sebagai berikut:

 

“Apakah pernah dia menurut pada Ibu tanpa Ibu harus memukulnya?”

“Coba deh Ibu ingat-ingat kembali, apakah pernah si Budi menurut tanpa Ibu pukul?”; “Kapan itu?”; “Kok bisa?;”Apa yang Ibu lakukan saat itu?”

 

Dengan bertanya dengan teknik pengecualian, kita berharap si Ibu menyadari kondisi yang berbeda dengan kondisi saat ini.

 

Hal yang sama bisa dilakukan kepada siswa yang merasa selalu tidak bisa mengerti materi yang disampaikan gurunya di kelas. Tanyakan, "Apakah pernah kamu, sekali saja, merasa kamu bisa memahami apa yang disampaikan guru di kelas? Kapan itu? Guru itu mengajar seperti apa? Kamunya sendiri bagaimana waktu?”

 

Intinya pertanyaan pengecualian itu mencari kondisi yang berbeda dari saat ini dan berusaha mencari apa yang melatarbelakanginya atau dengan kata lain, mencari kekuatan yang memunculkan kondisi itu. Saat menyadari bahwa kita memiliki kekuatan, maka tahapan selanjutnya adalah mengembangkannya lebih lanjut untuk menjadi kekuatan besar yang akan merubah kondisi kita.(RR)

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 161 + 6 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile