Membangun Hubungan 1: Mengenal Partisipan

18 Juni 2012 - Posted by admin

Membangun Hubungan 1: Mengenal Partisipan

Sebagai fasilitator mulailah bekerja dengan mengenal partisipan dan membantu mereka untuk saling mengenal. Ini tugas awal fasilitator. Ini sama sekali bukan tugas yang remeh, tapi justru investasi yang paling penting, yang menentukan kelancaran proses selanjutnya.

 

Terkadang, karena merasa waktu terbatas, kita meloncati proses kenal mengenal ini. Tapi, pengalaman mengajarkan bahwa akibatnya akan fatal.

 

Tanpa proses pengenalan, diskusi berlangsung dengan penuh prasangka dan kehati-hatian yang tidak perlu.

 

Ketersinggungan satu sama lain mudah terjadi karena hal-hal yang remeh, semisal gara-gara suara yang keras (padahal sudah bawaan orangnya) atau karena pilihan kata-kata tertentu (padahal YBS tidak bermaksud menyinggung).

 

Tanpa proses pengenalan yang baik, orang pun akan berhati-hati dalam mengeluarkan pendapat. Ada kekhawatiran menyinggung perasaan orang lain .

 

Dengan pengenalan yang memadai, paling tidak, partisipan akan saling memanggil dengan nama dan ini saja sudah membuat lawan bicaranya merasa dihargai. Pemahaman tentang latar belakang orang-orang di forum membuat komunikasi menjadi lebih mudah. Orang tidak akan mudah tersinggung menghadapi lawan bicara yang berbicara keras, bila dia tahu bahwa budayanya memang seperti itu.

 

Dalam satu workshop pembelajaran fasilitasi, ada satu partisipan yang bertanya, bila kelompoknya sudah saling kenal, apakah proses pengenalan ada gunanya?

 

Hmm, kami biasanya meresponnya dengan bertanya balik: apakah kita benar-benar tahu tentang pasangan kita? Istri/ suami kita? Pernahkah ada satu waktu kita terhenyak atau terkejut, "oh, baru tahu saya..ternyata dia begitu ya…ternyata dia maunya begitu".

 

Pengenalan pada dasarnya merupkan a life time inquiry, proses pencarian yang tidak berkesudahan.

 

Tentu saja, kalau dalam forum sudah partisipan sudah saling kenal mengenal, perlu kita menelaah lebih lanjut: kenal mengenal pada tingkatan apa? Apakah hanya kenal nama? Latar belakang? Atau lebih dalam?

 

Ketika partisipan sudah saling kenal mengenal, kita bisa saja masuk ke pengenalan kondisi emosi terkini. Terkait dengan ini, ada satu teknik fasilitasi yang dilakukan sebelum diskusi dimulai yang bernama check-in. Caranya mudah saja. Minta setiap partisipan bercerita pengalaman, perasaan terbaru atau yang lainnya yang saat ini tengah menggelayuti pikiran dan perasaannya. Ketika satu bercerita, yang lain diminta untuk mendengarkan baik-baik.

 

Setelah check in, biasanya diskusi berjalan dalam situasi yang saling menghargai. Ini terjadi karena satu sama lain lebih mengenal lebih baik. Risang Rimbatmaja 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 181 + 1 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile