Menghadapi orang yang dominan

03 Juni 2012 - Posted by admin

Menghadapi orang yang dominan

Kadang dalam fasilitasi kelompok, kita menghadapi satu atau beberapa orang yang bicaranya sangat aktif dan kadang mendominanasi pembicaraan kelompok. Dalam situasi seperti itu, ada fasilitator yang kemudian terpancing untuk menghadapi langsung orang seperti itu. Bila sudah terlalu dominan, seperti yang dicontohkan Kaner (2007), tanggapan yang diberikan biasanya, “Maaf pak/ bu, boleh bicaranya bergantian?” atau “Boleh Bapak/ Ibu sekarang memberi kesempatan yang lain?” atau bahkan, “Bapak/ Ibu sudah terlalu banyak bicara, yang lain belum kebagian nih.”

 

Sam Kaner memberi saran lain, yakni ketimbang fokus pada orang yang dominan, lebih baik memfokuskan usaha pada orang yang kurang berpartisipasi. Dorong mereka untuk berbicara. Karena, ketika kita berusaha merubah yang dominan, maka sesungguhnya kita memberi perhatian lebih pada mereka. Jadi, berikan fokus pada yang kurang berpartisipasi.

 

Dalam pengalaman penulis sendiri, pendekatannya tergantung sekali dengan isi pembicaraan yang dikeluarkan oleh orang yang dominan itu. Bila auranya positif tidak ada salahnya fasilitator dan kelompok menyerap terlebih dahulu aura positif yang dipancarkan. Setelah itu, kita “masuk” dalam pembicaraan si dominan dengan melakukan mirroring dan kemudian paraphrasing, yang pada satu sisi menunjukkan sikap menghargai, namun di sisi lain untuk persiapan “mengambil alih” pembicaraan. Setelah itu, barulah fokus diberikan pada mereka yang kurang berpartisipasi.

 

Bila yang bersangkutan terus menerus berupaya mendominasi, ada baiknya fasilitator menerapkan struktur yang bisa menjamin ruang partisipasi bagi semua. Semisal, proses dengan metaplan cards, giliran ala meja bundar, tiket/ tongkat bicara, role-play, atau bisa juga dengan, kerja kelompok/ pasangan. 

 

Yang jelas, menghadapi ybs langsung, dalam pengertian intervensi proses, seperti menasehati secara individual dll, merupakan pilihan terakhir. Risang Rimbatmaja

  

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 133 + 2 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile