Persiapan Fasilitasi Pengambilan Keputusan

02 Juni 2012 - Posted by admin

Persiapan Fasilitasi Pengambilan Keputusan

Ketika diminta memfasilitasi kelompok untuk mengambil keputusan, seorang fasilitator sebaiknya mempelajari bagaimana biasanya praktik kelompok yang lazim terjadi.

 

Pemahaman tentang praktik yang lazim dapat membantu fasilitator menyiapkan metodologi dan rencana fasilitasi.

 

Ada kelompok yang terbiasa dengan pengambilan keputusan secara non-partisipatif di mana pemimpin atau elit mengambil keputusan secara sepihak tanpa berkomunikasi bersama anggota. Ada pula model-model yang cenderung partisipatif seperti model konsultatif, demokratis ataupun delegatif (Schwarz, adaptasi dari Vroom & Jago, 1988).

 

Konsultatif adalah di mana pemimpin berkonsultasi pada anggota kelompok, lalu pada akhirnya, pemimpin yang mengambil keputusan. Model demokratis mengacu pada praktik pemimpin dan anggota kelompok yang berdiskusi tentang suatu isu dan kemudian, keputusan diambil dengan memberi suara (voting). Konsensus adalah di mana pemimpin dan kelompok berdiskusi dan mencapai satu suara. Delegatif di mana pemimpin memberikan kewenangan pada kelompok atau bagian dari kelompok untuk mengambil keputusan.

 

Bila kelompok terbiasa dengan model non-partisipatif, maka fasilitator sebaiknya mengembangkan model developmental facilitation di mana fasilitator memfasilitasi kelompok sambil sama-sama belajar meningkatkan keterampilan dasar fasilitasi kelompok. Dengan harapan, pada giliran berikutnya, kelompok dapat memfasilitasi dirinya sendiri untuk mengambil keputusan.

 

Bila kelompok sudah terbiasa dengan model partisipatif, fasilitator bisa membatasi peran fasilitasinya atau justru, mengenalkan metodologi atau teknik-teknik fasilitasi baru pada kelompok. Risang Rimbatmaja

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 162 + 8 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile