Communication Blockers!

02 Juni 2012 - Posted by admin

Communication Blockers!

Seorang fasilitator berkomunikasi dengan kelompok untuk membantu kelompok mendapatkan partisipasi, komitmen ataupun aksi bersama dari anggotanya. Namun, komunikasi yang kurang pas, justru berbuah sebaliknya. Berikut adalah bentuk komunikasi yang mesti dihindari.

 

1.  Pertanyaan kenapa? Terburu-buru melontarkan pertanyaan kenapa? Seringkali membuat orang defensif atau mati kutu.

2.  Memberi nasehat pada anggota kelompok sebelum menggali “mutiara-mutiara berharga” dari mereka.

3.  Terlalu cepat menghilangkan kekhawatiran atau keraguan orang. “Tenang, ga usah khawatir tentang itu”.

4.  Menggali informasi dengan cara agak memaksa pada seseorang yang sebetulnya enggan menyampaikan informasi.

5.  Bersikap seperti patron. Di sini, Anda kelihatan bersikap ramah, tetapi Anda sebetulnya mendudukkan diri Anda lebih tinggi (superior) dari pada partisipan. “Kasihan benar kamu, saya tahu betul bagaimana perasaan kamu.”

6.  Melarang atau menyuruh partisipan melakukan sesuatu. “Jangan begitu begini”, “Lakukanlah ini saja”

7.  Menginterupsi pembicaraan yang menunjukkan bahwa Anda kurang tertarik pada pembicaraan.

 

Risang Rimbatmaja. Diadaptasi dari NAIRSC yang mengambil dari Scheingold, Active Listening, 2003.

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 136 + 4 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile