Menghadapi para dominan yang tidak kenal lelah

05 Maret 2018 - Posted by admin

Menghadapi para dominan yang tidak kenal lelah

Dalam pertemuan, adakalanya satu atau beberapa partisipan bersemangat mendominasi pertemuan. Menghadapi ini sebagian fasilitator berespon dengan mengambil alih, membagikan kesempatan pada partisipan lain atau bahkan “membungkam” partisipan yang dominan itu.

Langkah yang diambil memang tergantung kasus. Bila para dominan itu termasuk yang disebut dalam buku the 5 essential people skills sebagai Ultradriver, pendekatannya berbeda.

Dalam buku yang disusun Dale Carnegie Training (2009) ultradriver adalah hard driver atau orang yang disiplin dan pekerja keras atau yang berprestasi atau berkinerja terbaik. Mereka ingin selalu di atas dan semangatnya memang mengalahkan yang lain.

Dalam forum, mereka bersikeras ingin tampil dan menunjukkan bahwa dirinya yang terbaik. Tidak ada kata lelah. Setiap ada kesempatan, mereka tampil lagi. Bahkan, pada beberapa kasus yang saya temui, tak jarang mereka membuka ruangnya sendiri. Menyeruak muncul dan tidak jarang, membabat gagasan-gagasan yang muncul terlebih dahulu.

Bila fasilitator berusaha untuk mengalihkan kesempatan berbicara pada orang lain atau bahkan “membungkamnya”. Mereka tetap akan muncul.

Menghadapi mereka, fasilitator kadang menjadi frustasi. Tidak jarang, rencananya tergangu. Namun, kalau paham aturan berinteraksi dengan ultradriver, fasilitator bisa lebih santai. Dalam the 5 essential people skills, disebutkan bahwa yang diinginkan ultradiriver adalah pengakuan atas bakat-bakat dan kontribusi mereka terhadap forum. Itu keinginan utama mereka.

Karenanya, menghadapi ultradriver bisa sesederhana memberikan “panggung penghormatan”. Tidak selalu harus panggung panjang yang bertele-tele.

Pengalaman saya, prinsipnya adalah mengakui atau agak memuji gagasannya, angkat pengalaman dan posisinya yang signfikan, dan tempatkan seperti dia berada di level yang berbeda dengan yang lain. 

Setelah itu, biasanya, dia akan senang, kooperatif, dan forum bisa berjalan lebih nyaman tanpa harus berpaku pada gagasan partisipan yang ultradriver itu. kemudian, fasilitator dapat memperlakukan forum dengan pendekatan yang sama, sehingga semuanya merasa tidak ada yang di-anakemas-kan.

Bagi ultradriver, itu tidak penting. yang penting dia mendapatkan yang pertama. Sementara, bagi fasilitator, yang penting pertemuan berjalan nyaman dan partisipatif.

Risang Rimbatmaja
www.lapangankecil.org

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 199 + 2 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile