Teknik

Mengontrol orang marah

17 April 2018 - Posted by admin
Mengontrol orang marah Dalam sebuah sesi belajar bersama kelompok guru, seorang peserta menceritakan pengalamannya menghadapi kemarahan orang tua siswa dengan kemarahan pula. Ending-nya, bisa ditebak, runyam. Orang marah memang bisa membuat kita juga ikut marah, tapi bisa juga sebaliknya, membuat takut. Dua-duanya bukan pilihan bagus. Dan untungnya, pilihannya bukan hanya dua. Pilihan ketiga, yang terbaik, adalah stay calm. Maksudnya, diam saja? Nanti jadi...selengkapnya »

What doesn’t kill me makes me weaker?

15 Maret 2018 - Posted by admin
What doesn’t kill me makes me weaker? Kalimat aslinya, what doesn’t kill me makes me stronger. Begitu dikatakan Nietzsche, salah satu pioner filsafat eksistensialisme. Tapi apa betul begitu? Atau itu hanya sekedar pemberi semangat saja? Asalkan tidak sampai mati, maka besoknya menjadi lebih kuat? Kalau kita “dihajar” kompetitor, asalkan tidak sampai collapse, besoknya akan menjadi lebih tegar? Kalau kita ditekan bos, asalkan tidatk sampai semaput, besok bangun...selengkapnya »

Menghadapi para dominan yang tidak kenal lelah

05 Maret 2018 - Posted by admin
Menghadapi para dominan yang tidak kenal lelah Dalam pertemuan, adakalanya satu atau beberapa partisipan bersemangat mendominasi pertemuan. Menghadapi ini sebagian fasilitator berespon dengan mengambil alih, membagikan kesempatan pada partisipan lain atau bahkan “membungkam” partisipan yang dominan itu. Langkah yang diambil memang tergantung kasus. Bila para dominan itu termasuk yang disebut dalam buku the 5 essential people skills sebagai Ultradriver, pendekatannya...selengkapnya »

Melatih perasaan

26 Februari 2018 - Posted by admin
Melatih perasaan Dalam sesi “latihan mental”, peserta yang bercerita betapa gugup atau cemasnya dia menghadapi kelompok selalu saya respon: Anda sudah bagus sekali! Lho, kok gugup, cemas malah bagus sekali? Alasannya, pertama peserta itu very human alias sangat manusiawi.  Mannusia memiliki perasaan. Tidak seperti batu, yang tidak berperasaan.  Kalau kita bisa merasakan sesuatu, termasuk gugup dan cemas, maka saat itu  kita masih...selengkapnya »

Tahu dan Perilaku

21 Februari 2018 - Posted by admin
Tahu dan Perilaku Apakah orang tidak mempraktikkan suatu perilaku karena ybs tidak tahu? Jawabannya – tentu saja– belum tentu. Bisa saja sebetulnya sudah tahu, tapi orang itu tidak mengikuti pengetahuannya alias tidak mempraktikkan. Bahkan, bisa jadi, mereka lebih tahu dari pada orang yang telah mempraktikkan perilaku itu sendiri. Perokok mungkin jauh lebih tahu dan hafal risiko merokok daripada orang yang tidak merokok. Bukankah mereka setiap hari...selengkapnya »

Rumus simpel komunikasikan pesan

16 Desember 2017 - Posted by admin
Rumus simpel komunikasikan pesan Dalam pelatihan pendampingan, yang waktunya mepet,  rumus komunikasi yang suka dibahas Lapangan Kecil adalah TD-TJ. Rumus simpel, Tanya Dengarkan – Tanya Jelaskan. Jadi, mentang-mentang menjadi komunikator tidak lantas membuat kita mendatangi orang atau kelompok lalu imenyampaikan pesan-pesan. Bertanyalah terlebih dahulu. Bertanya di sini adalah dalam rangka membantu rekan bicara kita menungkapkan pengalaman, perasaan, pandangan...selengkapnya »

Mencari sumber inspirasi

11 Agustus 2017 - Posted by admin
Mencari sumber inspirasi Suatu waktu seorang kawan fasilitator kebingungan mencari narasumber yang akan dimunculkan dalam forum sebagai sumber inspirasi/ motivasi. Kawan fasilitator lain menyarankan mencari tokoh dari masyarakat setempat. Alasannya, banyak tokoh-tokoh di masyarakat sendiri, yang memiliki pengalaman dan kapasitas yang tidak kalah dengan tokoh “nasional”. Masalahnya cuma publisitas saja. Saya malah menyarankan agar melatih partisipan supaya...selengkapnya »

Agar co-facilitating tidak "cakar-cakaran"

07 Juni 2017 - Posted by admin
Agar co-facilitating tidak "cakar-cakaran" Pernah memfasilitasi atau mendampingi forum bersama-sama dengan kawan lain? Kawan saya pernah menceritakan pengalamannya. “Waktu itu sudah sampai kesepakatan, kita mau beternak kambing. Tiba-tiba, dia mausk dan ngajak warga brainstorming memikirkan kembali kelemahan betrenak kambing dan kemudian mengarahkan ke sapi. Suakit hati bener rasanya! Cerita kawan itu contoh pengalaman kurang baik. Tentu, banyak cerita positif tentang...selengkapnya »

Perencanaan Partisipatif: Setelah payung hukum, juklak, juknis, panduan tersedia…

24 Mei 2017 - Posted by admin
Perencanaan Partisipatif: Setelah payung hukum, juklak, juknis, panduan tersedia… Bagi aparat birokrasi, payung hukum itu penting. Juklak, juknis, panduan atau apapun namanya juga tidak kalah penting. Namun dalam praktik lapangan, perencanaan partisipatif juga membutuhkan kecakapan memfasilitasi, baik aspek seni maupun metode. Ini yang Lapangan Kecil pelajari saat membantu sebuah kota di Jawa Barat memfasilitasi sesi pembelajaran untuk perencanaan partisipatif bagi aparat kecamatan dan keluarahan. Payung hukum perencanaan...selengkapnya »

Hati-hati mengukur kerja pendamping

28 Februari 2017 - Posted by admin
Hati-hati mengukur kerja pendamping   Tidak semua pengelola program memahami kerja pendamping. Sebagian dari mereka mengukurnya dari aspek luaran kegiatan, seperti dokumen rencana aksi bersama, atau bahkan kelengkapan administrasi seperti kuitansi atau daftar absensi. Ukuran-ukuran itu tentu saja tidak salah. Apalagi bila pengelola program harus mempertanggungjawabkan pelaksanaan program pada penyandang dana. Namun, dokumen-dokumen itu tidak akan bermakna bila ternyata di lapangan...selengkapnya »

Versi Mobile