Refleksi & Riset

Dampingan sebagai penonton atau pemain?

12 Januari 2016 - Posted by admin
Dampingan sebagai penonton atau pemain? Seorang kawan pendamping bercerita tentang pengalamannya mengelola pertemuan. “Waktu itu saya lihat warga sangat perhatian. Kalau saya menjelaskan, mereka nyimak. Kalau saya ngebanyol, mereka pada ketawa. Tanya jawab juga ramai. Tapi, kok sulit membuat komitmen bersama, ya? Pada lempar-lemparan, ga ada yang mau ngejalanin...” Mendengar cerita itu, saya lantas bertanya, “Akang memposisikan mereka sebagai penonton atau ...selengkapnya »

[Hidup berjejaring itu] memberi atau mati.

11 Januari 2016 - Posted by admin
[Hidup berjejaring itu] memberi atau mati. Seorang ahli komunikasi pernah menjelaskan pada saya bahwa sumber kekuasaan dari masa ke masa mengalami perubahan. Di jaman dulu, seperti jaman batu, pemilik kekuasaan adalah yang punya otot paling kuat dan cepat. Kemampuan fisik seseorang menentukan posisinya di masyarakat. Yang paling jago-jago berkelahi menjadi pemimpin-pemimpin di masyarakat. Lalu ada masa di mana yang paling menentukan itu adalah uang. Tidak mengapa dia berfisik lemah, ...selengkapnya »

Melibatkan orang tua di sekolah

04 September 2015 - Posted by admin
Melibatkan orang tua di sekolah Pendidikan anak seharusnya bukan hanya tanggung jawab sekolah. Namun, dalam praktiknya, banyak orang tua menyerahkan semuanya pada guru. Guru atau sekolah kemudian dijadikan “kambing hitam”. Kalau anak tidak bisa baca, guru dinilai kurang cakap. Kalau anak malas sholat, gurunya disalahkan. Kalau anak di rumah tidak mau belajar dan inginnya main terus, dipikir itu gara-gara gurunya kurang disiplin. Padahal beban guru di kebanyakan ...selengkapnya »

Gerakan ini itu dan kepemimpinannya

21 Agustus 2015 - Posted by admin
Gerakan ini itu dan kepemimpinannya Program pembangunan sosial banyak mengambil bentuk gerakan. Setidaknya, sebagai label. Gerakan makan ikan. Gerakan sayang ibu. Gerakan orang tua asuh. Ada juga gerakan cuci tangan pakai sabun, gerakan menanam pohon, menabung, dan beraneka ragam gerakan lainnya. Melalui beragam gerakan itu para pemimpin tampaknya berharap masyarakat beramai-ramai dan secara mandiri bahu membahu melakukan apa yang dipesankan. Namun, fakta acapkali berbicara ...selengkapnya »

Intervensi kelompok minimalis vs. maksimalis

20 Agustus 2015 - Posted by admin
Intervensi kelompok minimalis vs. maksimalis Intervensi pada kelompok banyak dilakukan untuk pelbagai isu, seperti kesehatan, gizi, pendidikan, ekonomi, pertanian, dll. Ibu-ibu hamil dikumpulkan dalam kelas untuk diceramahi ini itu. Petani-petani dikumpulkan untuk dikenalkan teknologi baru dan lain sebagainya. Namun, kadang kala intervensi kelompok dilakukan secara minimalis. Mengumpulkan warga, sekali atau reguler (semisal sebulan sekali), dan kemudian menceramahi atau menasehati mereka ...selengkapnya »

Pengalaman mengamati guru mengajar

17 Agustus 2015 - Posted by admin
Pengalaman mengamati guru mengajar Beberapa waktu lalu fasilitator Lapangan Kecil berkesempatan melakukan survei sekolah SD di daerah pedesaan yang agak terpencil di provinsi Jambi. Sambil berenang minum air, meski di luar topik survei, kesempatan ini digunakan untuk mengamati bagaimana guru-guru SD mengajar, khususnya gaya fasilitasi atau komunikasinya. Untuk memperkaya, kami juga menggali hasil pengamatan beberapa kawan yang menjadi observer di kelas. Sambil melakukan survei ...selengkapnya »

Mendengarkan tidak selalu diam

17 Agustus 2015 - Posted by admin
Mendengarkan tidak selalu diam Saat melakukan training need assessment Komunitas Lapangan Kecil di Karesidenan Kedu menjumpai nyanyian atau aba-aba bagi anak-anak PAUD yang membuat kening berkerinyit. Sejumlah guru PAUD bercerita bahwa dalam prolog mereka biasa mengajak anak-anak mengikuti bait seperti berikut: “...tangan dilipat, mulut dikunci, kuncinya dibuang...buuur” Sering juga dalam rangka menyiapkan proses belajar dinyanyikan bait berikut. Sijo loro ...selengkapnya »

Menikmati kehadiran anak-anak dalam pertemuan

05 Agustus 2015 - Posted by admin
Menikmati  kehadiran anak-anak dalam pertemuan   Lazim bagi fasilitator mendapati partisipan yang membawa serta anaknya yang masih kecil. Bahkan, jikapun di surat undangan dibubuhi keterangan sebaiknya tidak membawa anak, pada praktiknya banyak ibu datang ke tempat pertemuan menggendong atau menggandeng anaknya. Kehadiran anak-anak di dalam pertemuan kadang dipandang sebagai “gangguan”, akibat kegaduhan atau gerak yang dibuat mereka. Tak jarang, fasilitator merasa terganggu. ...selengkapnya »

Permainan & leadership anak

03 Agustus 2015 - Posted by admin
Permainan & leadership anak Permainan merupakan bagian penting kegiatan anak-anak PAUD. Bahkan, ada sebagian orang yang mengira bahwa di PAUD anak-anak kerjanya hanya bermain. Di kebanyakan PAUD, permainan memang tampak dominan. Guru-guru menggelar permainan untuk membantu anak-anak memahami materi tertentu atau membuat suasana riang gembira. Sebetulnya, permainan-permainan memiliki banyak manfaat lain, salah satunya, yang tidak banyak diperhatikan adalah manfaat untuk ...selengkapnya »

Kerja Fasilitasi untuk umur panjang, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat

15 April 2015 - Posted by admin
Kerja Fasilitasi untuk umur panjang, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Apa hubungan kerja fasilitasi dengan umur panjang, kesehatan dan kesejahteraan orang-orang? Saya sendiri awalnya bingung, khususnya untuk dampaknya ke kesehatan orang-orang. Namun, membaca buku Baker berjudul Achieving Success thorugh Social Capital (1997), hubungannya tersingkap kelas. Kuncinya adalah perluasan network atau kontak sosial atau mudahnya, pergaulan. Siapa yang punya network yang luas dan beragam, usianya lebih panjang. Ini ...selengkapnya »

Versi Mobile