Refleksi & Riset

Dari Kelompok Menuju Tim

03 Juni 2012 - Posted by admin
Dari Kelompok Menuju Tim Kelompok (group) dan tim (team) adalah dua hal yang berbeda. Keduanya memang sama-sama kumpulan orang, namun karakteristiknya berbeda. Kelompok (group) adalah kumpulan orang dengan persamaan-persamaan tertentu, misalnya lokasi (asal kampung, tempat tinggal, tempat bermain dll), pekerjaan/ profesi (kelompok dokter yang di RS tertentu, pekerja perempuan di sebuah pabrik dll), dan lain-lain. Sementara, tim (team) memiliki persamaan yang lebih ...selengkapnya »

Fasilitator atau trainer atau…?

03 Juni 2012 - Posted by admin
Belakangan ini istilah fasilitator kerap disebut-sebut dalam berbagai projek pembangunan. Ia menjadi kian populer, bahkan mungkin lebih populer ketimbang sejumlah tenaga lapangan yang muncul sebelumnya, seperti penyuluh, pendamping, community trainer, ataupun community organizer. Istilah bisa berbeda, tapi pada praktiknya, apakah perannya betul-betul berbeda? Bagaimana cara mudah untuk melihat apakah suatu proses adalah fasilitasi atau ...selengkapnya »

Pemberdayaan: Individual vs. Komunitas

03 Juni 2012 - Posted by admin
Pemberdayaan: Individual vs. Komunitas Dalam sebuah diskusi program pemberdayaan masyarakat seorang pejabat menekankan pentingnya keberhasilan program, yang menurutnya, ditandai dengan perubahan sejumlah aspek, di antaranya peningkatan pengetahuan  dan keterampilan, perubahan sikap dan juga perilaku yang sesuai pesan-pesan yang disampaikan program.   Bila itu merupakan pemberdayaan yang sifatnya individual, mungkin tidak keliru. Khususnya bila pemberdayaan ditujukan bagi ...selengkapnya »

Sessi Belajar Fasilitasi = Kelas Kepribadian?

03 Juni 2012 - Posted by admin
Sessi Belajar Fasilitasi = Kelas Kepribadian? Seperti yang sudah-sudah, di hari-hari terakhir sessi belajar bersama fasilitasi, ada saja saja yang berkomentar di luar hal teknis. “Workshop fasilitasi ini ternyata kelas kepribadian ya?” ujar satu partisipan asal Kota Bekasi. “Ego saya sekarang sudah berkurang,” kata satu partisipan muda asal kota Jember yang mengikuti sessi di bulan Juli lalu (tepatnya 19 – 23 Juli 2011), di Lembang bersama BBPPK ...selengkapnya »

Pentingnya Fasilitator Proses dalam Program Pembangunan

03 Juni 2012 - Posted by admin
Pentingnya Fasilitator Proses dalam Program Pembangunan Akhir-akhir ini ada lagi keluhan tentang peran fasilitator yang kami dapatkan. Dalam sebuah projek kesehatan yang cakupannya cukup luas, fasilitator masyarakat dilaporkan menggantikan tugas tenaga kesehatan di Puskesmas. Karena lingkup kerjanya spesifik, kinerja fasilitator terlihat menjanjikan dibanding tenaga kesehatan yang terbebani dengan bejibun pekerjaan.   Diskusi tentang peran fasilitator dalam sebuah projek telah berlangsung ...selengkapnya »

Fasilitator Keragaman

23 Oktober 2013 - Posted by admin
Fasilitator Keragaman Keragaman itu seperti pisau bermata dua. Dia menjadi sumber kemajuan masyarakat, jika warganya mampu mengubah perbedaan-perbedaan menjadi kekuatan bersama yang produktif. Sebaliknya, dalam kasus yang ekstrim, dia jadi sumber kehancuran, khususnya, bila keragaman selalu berbuah konflik yang lestari.   Belajar dari pendekatan penanganan konflik antar-individu, seperti dikemukan Thomas dan Kilman (1986), ada dua dimensi mendasar yang perlu ...selengkapnya »

Mitos Komunikasi Dokter-Pasien

03 Juni 2012 - Posted by admin
Mitos Komunikasi Dokter-Pasien Detik.com pada 28 Juni 2011 menurunkan berita 80% dokter yang diadukan ke MKDI (Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia) adalah karena salah komunikasi. Dalam kerja fasilitasi, komunikasi adalah komponen esensial, tanpa komunikasi yang efektif, kerja fasilitasi kemungkinan besar akan gagal.   Berkaca dari pengalaman riset komunikasi layanan kesehatan dan sejumlah pembelajaran bersama kawan-kawan dokter muda, Lapangan Kecil ingin ...selengkapnya »

Guru Fasilitatif

03 Juni 2012 - Posted by admin
Guru Fasilitatif Gagasan guru sebagai fasilitator bukanlah ide baru. Sebagai fasilitator, guru tidak diposisikan sebagai sumber pengetahuan tunggal yang serba tahu dan di lain  pihak, murid dianggap sebagai “gelas kosong” yang tidak tahu apa-apa dan juga, tidak bisa mencari tahu. Sebagai fasilitator, guru “mempermudah” murid untuk mencari dan “memproduksi” pengetahuannya sendiri.   Gagasan guru sebagai fasilitator ...selengkapnya »

Versi Mobile