Yang tidak dekat justru menolong banyak?

09 Oktober 2016 - Posted by admin

Yang tidak dekat justru menolong banyak?

Ada yang menarik dari riset Grant tentang pertolongan. Dia menemukan bahwa yang lebih banyak menjembatani kita untuk mendapatkan peluang pekerjaan atau pun bisnis bukanlah kawan dekat. Tapi justu kawan yang kita tidak berhubungan dekat.

Kok bisa?

Penjelasannya sederhana. Kawan dekat selalu berada di sekitar kita. Lengket. Bareng melulu. Jadi, informasi yang dia miliki tidak jauh dengan apa yang kita miliki. Bahkan, di banyak kasus karena memiliki peminatan yang sama, tidak jarang, kawan dekat menjadi kompetitor.

Kondisinya berbeda dengan kawan yang yang tidak terlalu dekat (Entah, ketemu di seminar. Kawan lama, yang sudah tidak pernah kontak lagi. Kawan yang hanya berkomunikasi via FB. Kawan yang ketemunya sekali setahun atau lebih jarang). Mereka memiliki informasi yang berbeda dengan kita. Atau lebih tepatnya, mereka memiliki informasi yang tidak kita miliki. Informasi itu bisa berupa peluang bisnis, lowongan pekerjaan dan lainnya.

Dalam bukunya, Give & Take, Grant menceritakan kisah yang mendukung hasil risetnya. Mungkin tidak persis seperti di buku (karena saat menulis artikel ini saya tidak memegang buku itu), tapi kisahnya kurang lebih seperti berikut ini.

Ada pemuda lulusan IT yang tertarik pada sebuah band lokal agar terkenal. Saat itu, band itu tidak terkenal, namanya Green Day (sebagian kita mungkin mengenal band ini). Dia membuatkan dan  mengelola fans page di FB dan walhasil, banyak pengikutnya dan menjadi terkenal. Ketika pengelolaan fans page itu diminta oleh manajemen Green Day, dia dengan senang hati melepaskannya secara cuma-cuma.

Alkisah, pada saat mengelola fans page itu, ada seorang fans yang memintanya membuatkan link (atau fans page lain, saya lupa) untuk band Punk lain yang berbeda. Pemuda itu kemudian dengan senang hati memenuhi permintaannya. Mereka sempat komunikasi online tapi singkat saja.

Tahun berganti tahun dan mungkin demi merubah nasib, Si Pemuda Lulusan IT itu ingin sekali membuat startup sendiri. Kecakapan IT dia miliki, tapi tidak dengan pengalaman. Padahal, pengalaman sangat penting untuk mendirikan bisnis startup. Karena itu, dia kemudian mencari kawan-kawan yang bisa dia minta nasihat.

Saat mencari-cari kontak, mata dia tertumbuk pada nama seorang fans page Green Day, yang dulu pernah dia penuhi request-nya. Dulu, orang tidak mengenal siapa dia, namun sekarang, orang itu ternyata memiliki nama besar, karena dia adalah pendiri dan sekaligus pemilik LinkEdIn yang terkenal itu.

Awalnya pemuda itu ragu untuk membuat kontak karena dia tipe introvert. Takut dia tidak dikenal lagi. Lagi pula, kejadiannya sudah berlangsung lama sekali. Tapi akhirnya dia memberanikan diri meng-email orang itu. Balasan datang secara cepat, “Datangah ke kantor saya. Nanti kita bisa diskusi tentang ide kamu”.

Pemuda itu lantas datang ke kantor LinkEdIn. Bertemu dengan pemiliknya, berjumpa tatap muka untuk pertama kalinya. Ternyata orangnya lebih introvert dari pada dia.

Bukan hanya diberi nasihat-nasihat dalam rangka untuk menyelesaikan projek startup-nya, tapi dia juga diberi ruangan untuk bekerja sampai akhirnya startup-nya di-release dan sukses (saya lupa namanya).

Jadi, kira-kira, apa pelajaran yang kita dapatkan dari kisah yang diceritkan Grant itu?

Berbuat baik pasti balasannya. Berikan bantuan pada semua orang yang membutuhkan. Jangan batasi hanya dengan orang yang berhubungan dekat dengan kita saja.

Mesti tidak mengenal baik orangnya, selagi orang itu membutuhkan dan kita sanggup, bantulah sebagus-bagusnya. Lakukan dengan ikhlas, tidak usah memikirkan balas jasa, apalagi menagih-nagih. Karena seperti yang ditemukan Grant dalam risetnya, nanti akan datang masanya, mereka yang kita tidak kenal baik, justru lebih banyak menjadi penolong kita dalam hal bisnis maupun pekerjaan.


Risang Rimbatmaja  www.lapangankecil.org
@Khartoum, sambil menanti permit yang tidak kunjung muncul.

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 189 + 5 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile