Yang mana dampingan yang akan sukses?

26 Agustus 2016 - Posted by admin

Yang mana dampingan yang akan sukses?

Apakah Anda berminat memiliki kemampuan mengetahui mana dampingan atau murid yang akan berhasil dan mana yang tidak? Bisa tahu, bahkan sebelum mereka mulai belajar?

Kalau Anda berminat, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya mengetahui mana yang akan sukses?

Berikut ini ada beberapa cerita.

Di tahun 80-an, Dov Eden, seorang psikolog,  dapat memprediksikan mana tentara yang akan menjadi top perfomer, bahkan sebelum mereka mulai pelatihan. Yang dimilikinya adalah data hasil test bakat, nilai pada pelatihan dasar dan penilaian atasan.

Kemudian dia memberitahu para pelatih mana tentara-tentara yang diyakini memiliki potensi tinggi untuk berhasil. Setelah 11 minggu, tentara mengikuti berbagai ujian, termasuk taktik, baca peta, dan SOP. Hasilnya, kandidat-kandidat yang dipilih Dov Eden memiliki nilai yang lebih tinggi.

Tiga bulan berikutnya peserta pelatihan di-test kembali. Hasilnya, kandidat yang dipilih Dov Eden mendapatkan skor 9% lebih tinggi untuk test keahlian dan 10% lebih untuk penilaian senjata dibandingkan tentara lainnnya.

Dov Eden sebetulnya belajar dari Robert Rosenthal, psikolog Harvard, yang membuat eksperimen di murid-murid sebuah sekolah dasar di San Francisco.

Sebelum memulai, Rosenthal membuat test kemampuan kognitif, yang mencakup keterampilan verbal dan berpikir. Rosenthal kemudian memilih sejumlah murid-murid yang dia prediksi akan menjadi lebih pintar, dengan kecepatan yang lebih tinggi, dibandingkan murid-murid lainnya. Dia kemudian memberitahu guru-guru tentang prediksinya.

Setahun kemudian semua murid mengikuti test dan murid pilihan Rosenthal terbukti mendapat skor lebih tinggi dibandingkan murid-murid lainnya.

Bagaimana mungkin Dov Eden atau sebelumnya, Robert Rosenthal bisa tahu mana yang akan lebih berprestasi dibandingkan lainnya?

Ternyata yang dilakukan oleh Dov Eden dan Robert Rosenthal sesungguhnya bukan memprediksi tapi ikut membuat sebagian peserta menjadi lebih berprestasi dibandingkan lainnya.

Robert Rosenthal sebetulnya tidak mendasarkan penentuan murid-murid pilihan pada hasil test kemampuan kognitif. Tapi, dia mengacak 20% di setiap kelas untuk kemudian dia beri label the bloomers, mereka yang memiliki potensi berkembang dan memuncak. Yang 20% itu sesungguhnya tidak lebih pintar dari yang lainnya.

Yang terjadi kemudian adalah sebagai berikut.

Ketika guru-guru percaya bahwa murid-murid yang diajarnya memiliki potensi tinggi, mereka memiliki harapan tinggi pada murid-murid itu. Guru-guru menjadi lebih suportif sehingga murid-murid menjadi lebih percaya diri. Guru-guru berkomunikasi lebih hangat, memberi mereka tantangan yang lebih tinggi, lebih sering menyebut nama mereka, dan memberi lebih banyak umpan balik.

Hasilnya, tentu saja murid-murid itu memiliki capaian yang lebih tinggi.

Sebuah self-fulfilling prophecies.

Nah, sekarang Anda tahu jawaban atas pertanyaan: bagaimana caranya mengetahui mana dampingan yang sukses?

Semua tergantung dari Anda sendiri sebagai pendamping. Mana yang Anda percayai akan sukses? Pada dampingan mana Anda bersikap suportif? Mana yang Anda berkomunikasi lebih baik? Mana yang sering Anda sebut namanya? Mana yang Anda beri umpan balik?

Kalau Anda ingin semua dampingan sukses, maka percayalah semua dampingan memiliki potensi yang tinggi. Setidaknya, sebagai awal. Selanjutnya, bersikap dan bekerjalah lebih baik untuk semua.

Risang Rimbatmaja www.lapangankecil.org

Sumber:  Adam Grant, Give and Take: A Revolutionary Approach to Success (2013).

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 105 + 6 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile