Urutan bertanya untuk aksi bersama

15 Mei 2016 - Posted by admin

Urutan bertanya untuk aksi bersama

Pertanyaan itu beragam. Ada yang menyangkut pengalaman seperti: apa saja yang Anda peroleh? Apa yang Anda lihat? Ada juga yang menyangkut perasaan, seperti: apa saja yang Anda sukai? Apa yang Anda khawatirkan?

Ada pula pertanyaan yang sifatnya lebih analisis (implikasi), seperti : hal apa yang perlu kita perhatikan dalam masalah ini?  Ada pula pertanyaan yang mengarah keputusan: langkah apa yang perlu kita ambil untuk meningkatkan penjualan kita?

Biasanya keragaman pertanyaan diketahui sebatas pengertian dan perbedaan-perbedaannya saja. Namun dalam pendampingan kelompok, pertanyaan-pertanyaan itu sesungguhnya perlu dilontarkan dalam urutan yang tepat.

Mengikuti proses berpikir alamiah (Natural Thinking Process), dikutip dari Wilson (2003), pada dasarnya manusia mengikuti tahapan berpikir tertentu, mulai dari fact (data objektif), feelings (refleksi dari pengalaman), implications (interpretasi) dan decision (kesimpulan).

Komitmen dan aksi bersama pada dasarnya adalah hasil dari pertanyaan decision. Namun, untuk mencapainya, orang-orang perlu mengikuti proses berpikir alamiah. Dengan kata lain, mereka harus ditanya dan berbicara mengenai fact, lalu feeelings, kemudian implications, dan barulah decision.

Akan sulit mendatangkan komitmen atau aksi bersama bila kita sendiri yang menyusun konteks (mempresentasikan fakta, perasaan, dan implikasi) dan kemudian loncat, langsung bertanya untuk mendapatkan decision: jadi apa yang perlu kita lakukan untuk mencegah anak-anak kita mulai merokok?

Ini menjelaskan mengapa banyak pertemuan besar dengan gaya ceramah ahli (yang membeberkan data dan implikasi/analisis) dan hanya meninggalkan pertanyaan decision pada khalayak, sulit mendatangkan komitmen dan aksi bersama.

Risang Rimbatmaja (www.lapangankecil.org)

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 127 + 2 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile