Kerja Fasilitator dalam 1,5 jam

29 Agustus 2014 - Posted by admin

Kerja Fasilitator dalam 1,5 jam

 

Apa yang bisa diperbuat fasilitator dalam waktu 1,5 jam? Praktik peserta workshop pendamping masyarakat BBPPK di Lembang (19-25 Agustus 2014) menunjukkan beragam hasil. 20 kelompok peserta menyebar, utamanya, di 3 desa di Lembang (Cibodas, Kertawangi, dan Sunten Jaya). Sebagian mendapatkan luaran yang spesifik, sebagian belum mendapatkannya. Luaran-luaran spesifik yang muncul antara lain.

 

Membentuk kelompok

·    Kelompok peternak sapi di  Cibodas (Ibu Alis, Ibu Etty dkk) yang difasilitasi Muhaimin, Wiwik, Ari, Reza bersepakat membentuk kelompok untuk diversifikasi usaha, yakni beternak lele dan ayam potong. Pelatihan masyarakat segera disiapkan dengan narasumber yang berasal dari warga sendiri. Persiapan dimulai tanggal 23 September 2014.

·    Kelompok Tani di Kertawangi (Bapak Ruhiyat dkk) sepakat untuk membentuk kelompok yang melakukan pertemuan rutin untuk saling belajar antar-petani dan mencari solusi untuk penyedian air, hama dan pengaturan pola tanam bersama. Pertemuan pertama akan dilakukan 29 Agustus. Diskusi difasilitasi oleh Iwan, Suwanto, Jaya dan Nur Evi.

·    Sejumlah perajin tangan sepakat membentuk kelompok untuk saling belajar satu sama lain. Ketua RW, Bapak Yaya akan membantu pertemuan-pertemuan. Fasilitator pertemuan adalah Murdianto, Ridwan, Salamah dan Basuki.

 

Menguatkan norma dan praktik baik

·    Kelompok orang tua di Kertawangi (Ibu Ika dkk) sepakat menguatkan norma pengasuhan anak yang positif (orang tua berteman dengan anak, mendengarkan  aktif, bekerjasama dengan sekolah untuk pengasuhan anak yang baik dan lain-lain). Mereka sepakat bertemu secara rutin untuk saling menguatkan. Proses fasilitasi digawangi Syamsudin, Faizal, Wisnu dan Devi.

 

Mendukung program/ kegiatan yang tengah berlangsung

·    Tim Fasilitator yang berisi Asep, Diky, Sri Rahayu, dan Ratna mengelola diskusi warga Kertawangi, khususnya ibu-ibu yang mengolah Jamur Tiram (Ibu Neni dkk). Ibu-ibu sepakat membentuk kelompok arisan dengan nama “SADULUR” untuk membeli hand sealer, yang dibutuhkan untuk bisa bersaing dengan "pemain besar".

·    Pelaku usaha kerajinan tangan di sunten Jaya sepakat membentuk kelompok yang bernama Suwargi (Ibu Lilis, Ibu Tiwi dll). Dibantu masyarakat yang dikoordinir oleh RT dan RW,  mulai besok akan mengumpulkan bekas bungkus kopi untuk mengatasi masalah kekurangan bahan baku. Fasilitator diskusi ini adalah Subkhan, Dhany, Muhaimin dan Eunden.

·    Penerima dana UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) di Cihanjuang Rahayu bersepakat membuat bank sampah untuk mengatasi kredit macet yang mereka alami. Mereka (Ibu Hannah dkk) akan mulai bekerja 30 Agustus dengan mengumpulkan dan memberitahu penerima lainnya. Sesi ini difasilitasi oleh Ade Lukman,  Widhiarto, Monica A.Lamanepadan Yanti.

 

Memperbaiki organisasi yang sudah ada

·    Kelompok peternak di Kertawangi sepakat untuk mendorong pengurus koperasi untuk memperbaiki kinerjanya. Bahkan, wakil-wakil kelompok akan menemui ketua koperasi langsung di sore hari. Kelompok ini difasilitasi oleh Ani, dll

·    Anggota koperasi di Cibodas (Bapak Cahaya Koswara dkk) bersepakat untuk melakukan pencarian/ rekurtmen pengurus baru karena pengurus saat ini tidak aktif. Sesi ini difasilitasi oleh Bahrun, Gadis, Agus, dan Johantono.

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 103 + 9 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile