Semua orang harus berbicara dan didengarkan

08 Januari 2014 - Posted by admin

 

Fasilitator mesti memastikan semua orang berbicara dan didengarkan. Hal ini adalah prinsip penting dalam kerja fasilitasi. Meski demikian, bukan berarti fasilitator bertanya pada orang satu per satu dan mendengarkan satu per satu pula.

 

Kami pernah mengamati kerja seorang fasilitator melakukan wawancara satu per satu dalam sebuah forum. Akibatnya, ketika fasilitator berfokus pada seseorang, orang-orang lain membuat percakapannya sendiri.  Begitu konsentrasi sehingga sang fasilitator tidak menyadari situasi yang berkembang.

 

Tampaknya ada perbedaan dalam mengartikan prinsip semua orang mesti bicara dan didengarkan. Bagi kami, semua orang mesti bicara tidak selalu berarti bicara langsung ke fasilitator. Juga tidak selalu harus diartikan sebagai bicara di dalam forum.

 

Bila forumnya cukup besar dan waktunya terbatas, fasilitator bisa membentuk kelompok-kelompok di mana orang-orang dapat mengutarakan ide atau pendapatnya di dalam kelompok. Dalam forum besar, mungkin hanya sebagian yang berbicara. Yang terpenting adalah fasilitator membuat semua orang bicara (bisa berpasangan, kelompok atau forum) dan yang tidak kalah penting, fasilitator mengatur percakapan sehingga adil bagi semua. Semisal, fasilitator mendorong yang pemalu atau penakut untuk tampil, sementara yang dominan diajak untuk mendengarkan pendapat lain. Prinsip itu juga bisa berarti bahwa fasilitator perlu memastikan semua perspektif/ ide muncul. Dengan kata lain, fasilitaor membantu menjaga keberagaman perspektif/ ide.

 

Demikian pula dengan prinsip semua mesti didengarkan. Fasilitator tentu perlu mendengarkan, namun yang lebih penting adalah semua orang mesti saling mendengarkan. Jadi, praktik seorang fasilitator yang demikian khusu’ mendengarkan satu partisipan, sementara partisipan lain mengobrol, tentu bukan praktik yang sesuai dengan prinsip penting itu. Mestinya, ketika satu partisipan bicara, fasilitator membantu agar partispan lainnya juga ikut mendengarkan.

 

Tags :
Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 195 + 2 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile