Memfasilitasi penyelesaian konflik vs. belajar menyelesaikan konflik sendiri

19 Juli 2013 - Posted by admin

Memfasilitasi penyelesaian konflik vs. belajar menyelesaikan konflik sendiri

Apakah tugas fasilitator membantu menyelesaikan konflik? Ya, menurut satu perspektif. Dikatakan bahwa tugas fasilitator adalah mempertemukan dua pihak atau lebih dalam satu ruangan untuk membicarakan satu masalah, saling memahami pandangan masing-masing pihak, dan mencari titik temu.

 

Namun, menurut perspektif lain, memfasilitasi penyelesaian konflik tidak akan pernah bisa menghilangkan konflik sama sekali. Artinya, kalau tahun ini konflik bisa dibereskan, tahun depan mungkin muncul lagi. Bukan hanya hitungan tahun, tapi munculnya bisa juga dalam hitungan bulan atau minggu.

 

Intinya, menurut perspektif itu, konflik adalah sifat alami hidup bermasyarakat atau sesuatu yang tidak terhindarkan. Bahkan dalam hubungan-hubungan yang intim sekalipun, seperti suami-istri, orang tua-anak, konflik tidak bisa dihindari.

 

Bila konflik pasti akan muncul, mengikuti sifat alami masyarakat, lantas bagaimana posisi fasilitator?

 

Yang terpenting bagi fasilitator adalah membantu berbagai pihak belajar mengembangkan kemampuan menyelesaikan konfliknya sendiri. Dalam kerja fasilitasi, ini yang disebut sebagai proses developmental facilitation. Dan ini bisa diterapkan dalam berbagai konteks.

 

Di dalam keluarga, ketika ada dua anak berkelahi, orang tua bisa mengajak mereka untuk belajar menyelesaikan konfliknya sendiri, semisal dengan belajar cara untuk saling mendengarkan, berbahasa deskriptif ketimbang judgmental, curah pendapat, ventelasi emosi, membedakan antara position dan interest, mencari persamaan dan lain-lain.

 

Lain waktu, bila anak-anak memiliki masalah dan berkonflik, mereka bisa menyelesaikannya sendiri.

 

Di masyarakat Indonesia yang plural, kemampuan kelompok untuk menyelesaikan konflik menjadi kemampuan yang esensial. Tidak perlu repot-repot mengundang orang luar atau bahkan pihak asing untuk menyelesaikan konflik yang bisa selesaikan sendiri. (Risang Rimbatmaja)

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 128 + 8 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile