Berani bicara yang aggressive atau assertive?

01 September 2014 - Posted by admin

Berani bicara yang aggressive atau assertive?

Hidup di jaman sekarang menuntut kita berani bicara. Berani menyampaikan pendapat. Berani mengekspresikan perasaan dan lain-lain.

 

Ada yang bilang, kalau tidak berani bicara, kita bakal dilindas jaman. Ada juga yang bilang bahwa terlalu banyak memendam perasaan atau pendapat akan menjadi “penyakitan”.


Namun, sesungguhnya berani saja tidak cukup.


Perhatikan saja di sekitar kita. Ada orang yang berani bicara tapi menyakitkan. Ada pula orang yang berani bicara, tapi kok tidak menyakitkan dan justru diterima pendapatnya.


Perspektif komunikasi membedakan cara berkomunikasi yang aggressive dan assertive. Orang yang berani berbicara tapi menyakitkan cenderung berbicara secara aggressive. Sementara, orang yang berani bicara tapi tidak menyakitkan dan cenderung diterima ide-idenya adalah orang berbicara secara assertive.


Salah satu aspek yang mencirikan, menurut DeVito (2007), adalah kata-kata yang digunakan. Ketika mengekspresikan perasaan orang assertive menunjukkan tanggung jawabnya. Dia berkata, saya merasa marah sewaktu kamu……. Sementara, orang aggressive menimpakannya pada lawan bicaranya: kamu membuat saya marah…


Orang assertive berbahasa deskriptif: Minggu lalu kamu melakukan….. Sementara, orang aggressive menggunakan bahasa ekstrim: Kamu selalu melakukan…kamu tidak pernah.


Orang assertive juga berbahasa deskriptif ketika memberi umpan balik: Bulan ini tim kamu menjual 200 paket, sementara bulan lalu 400. Jadi, separuhnya nih. Sementara, orang aggressive terlampau judgemental: Penjualan tim kamu bulan ini jeblok.


Orang assertive bicara positif: Kalau kamu bisa memperbaiki diri, maka tim kita berpeluang besar menang. Sementara, orang aggressive cenderung negatif/ destruktif: kalau kamu tetap begini, hancur ini kita.  

 

Apakah kita cenderung assertive atau justru aggressive? Mari kita perhatikan kata-kata yang kita gunakan.

(Risang Rimbatmaja www.lapangankecil.org)

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 118 + 6 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile