Organisasi sebagai kumpulan cerita

23 Oktober 2013 - Posted by admin

Organisasi sebagai kumpulan cerita

Bagi konstruktivis, organisasi atau kelompok bukan sekedar kumpulan orang, code of conduct, peran, fungsi, jobs description, scope of work dll. Dengan memandang manusia, meminjam istilah Fisher (1984), sebagai homo narrans atau pencerita (story tellers), maka organisasi pada dasarnya merupakan kumpulan pencerita dan cerita-cerita yang berisi berbagai pandangan, harapan, pengalaman, alur atau plot, dan karakter-karakter yang saling berinteraksi dan mengembangkan cerita.

 

Karenanya untuk memelihara organisasi atau kelompok kita perlu "memelihara" si pencerita dan cerita yang dikembangkannya. Perbincangan buruk menghasilkan cerita-cerita buruk, kemudian perpecahan, kecurigaan, atau perilaku-perilaku buruk, yang pada akhirnya mengganggu roda organisasi.  Perbincangan baik menghasilkan visi, motivasi, kenyamanan, ketenangan, kegembiraan dalam kebersamaan.

 

Pencerita dan cerita tidak bisa dibatasi atau diatur-atur dengan mudah. Sifatnya cenderung mengalir bebas. Aturan organsasi boleh melarang para anggota membicarakan satu masalah karena dianggap membahayakan satu organisasi. Tapi siapa yang bisa membatasi anggota-anggota berbisik-bisik menggunjingkannya di pantry? Atau via text messages? Atau via media sosial?

 

Bahkan ketika mulut dan tangan terkunci sekalipun, siapa yang  bisa menghalangi seseorang membuat cerita dan percakapan di kepalanya sendiri atau bercakap-cakap secara non-verbal dengan sesama anggota?

 

Dalam dunia cerita, pengembangan cerita yang bagus, mau tidak mau, dilakukan dalam situasi yang terbuka dan nyaman untuk saling bercerita, menghargai, dan mendengarkan.  Penindasan cerita perlu dihilangkan. Sebaliknya, kemampuan bercerita dan mendengarkan perlu ditingkatkan. Dengan niat dan tindakan baik, cerita baik akan selalu mencari jalannya untuk menjadi cerita bersama.

 

Risang Rimbatmaja

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 103 + 3 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile