Memfasilitasi pemanfaatan proses evaluasi

08 Juli 2012 - Posted by admin

Memfasilitasi pemanfaatan proses evaluasi

Kegiatan evaluasi suatu program kerapkali dilimpahkan ke pihak eksternal (konsultan). Penyandang dana duduk manis menunggu hasil. Sementara, pelaksana program dedegan menunggu reaksi penyandang dana.

 

Evaluasi sebetulnya bukan hanya bicara tentang hasil. Memanfaatkan proses evaluasi justru memiliki lebih banyak manfaat. Menurut pengamatan pakar evaluasi seperti Patton, memanfaatkan/ menggunakan proses evaluasi ternyata lebih menunjukkan perubahan positif, baik bagi kinerja manajemen maupun dampak program (Patton dalam Utilization-focused Evaluation; 1997). Menurut Patton, “The impact on our program came not just from the findings but from going through the thinking process that evaluation required.”

 

Menurut Patton ada empat manfaat dari logika proses evaluasi, yakni untuk 1) meningkatkan pemahaman bersama, khususnya berkenaan dengan hasil-hasil program, 2) mendukung dan menguatkan program melalui evaluasi yang berorientasi pada intervensi, 3) meningkatkan keterlibatan partisipan, dan 4) pengembangan program atau organisasi.

 

Menggunakan proses evaluasi untuk meningkatkan pemahaman bersama dapat dimulai dari proses memformulasi misi dan tujuan program, jauh sebelum program dilakukan. Evaluator dapat  bertanya: apa hasil spesifik yang Anda ingin capai dan bagaimana Anda tahu jika Anda bisa mencapai itu?

 

Selain “meluruskan” masalah logika keprograman, fasilitator evaluasi dapat mendalami tanggapan anggota tim dan penyandang dana dan kemudian memfasilitasi proses kesepahaman dan kesepakatan.

 

Intinya, fasilitator dapat memfasilitasi kegiatan evaluasi menjadi ajang saling belajar, berkomunikasi dan memahami. Mungkin ini lebih baik dari pada menempatkan evaluasi sebagai ajang puji memuji biasa atau bahkan hukum menghukum.

 

Risang Rimbatmaja

 

 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 167 + 8 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile