Feedback Judgmental

12 Juni 2012 - Posted by admin

Feedback Judgmental

Tidak terima kotanya disebut paling kotor se-Indonesia, ratusan orang menggeruduk Kementerian Lingkungan Hidup. Belakangan kementerian meralat, dari paling kotor menjadi skor terendah.

 

Sebagai feedback (umpan balik) terhadap sebuah kota, istilah paling kotor atau terendah sebetulnya sama-sama judgmental, dalam pengertian bahasanya masih mengandung muatan penilaian dan tidak murni deskripsi fakta. Ini berbeda dengan bahasa yang deskriptif, semisal “Skor kota Anda 12,7. Sementara, rata-rata adalah 56,2” atau “dari 400 kota dan kabupaten, kota Anda urutan ke 399.”

 

Dalam komunikasi sehari-hari, penggunaan bahasa untuk memberi feedback atau ada yang lebih suka menyebutnya sebagai feedforwad (umpan maju)  tergantung dari tujuannya sendiri. Bila maksudnya adalah untuk mengharapkan perbaikan pada sisi orang atau kelompok yang dituju, maka, pertama, pesan itu mesti dipahami dan kedua,mesti dapat diterima.

 

Pemahaman pesan didapat bila pesan yang disampaikan jelas dan spesifik.

 

“Kota Anda kurang bagus” mungkin feedforward yang menyenangkan, tapi tidak berarti apa-apa untuk perbaikan ke depan. Apa yang mau diperbaiki atau dipertahankan bila objeknya tidak spesifik?

 

Yang krusial dalam berkomunikasi adalah masalah penerimaan. Agak susah mengharapkan penerimaan bila bahasa yang digunakan bersifat judgmental.

 

“Anak Ibu nakal!” adalah bahasa judgmental yang bisa membuat orang tua emosi, bahkan sebelum mencernanya.

 

“Anak Ibu siang tadi memanjat pohon, memetik mangga dan melemparkan 3 buah mangga ke kambing warga” adalah contoh yang lebih deskriptif, yang akan lebih mudah diterima.

 

Sekarang tinggal kita memilih, untuk apa feedback itu disampaikan? Bila untuk perbaikan, maka sampaikanlah sedeskriptif mungkin. Bila berniat untuk menyakiti hati atau memojokkan? Hmmm, sebaiknya tidak perlu melontarkan apa-apa. Mungkin lebih baik diam saja, sambil berdoa niat jelek itu hilang dengan sendirinya. Risang Rimbatmaja

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 103 + 3 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile