Menghargai pendapat dengan mendengar aktif

03 Juni 2012 - Posted by admin

Menghargai pendapat dengan mendengar aktif

Guru          :     Siapa yang tahu kenapa tumbuhan yang diberi pupuk tumbuh subur?

                         Hmmmm, coba Amir jawab!

Amir              Karena tumbuhan suka pupuk, bu…

Guru          :     Hmmm, kalau Budi bagaimana?

Budi          :      Hmmm….(geleng-geleng kepala)

Guru          :     Ati, coba bantu teman-teman kamu yang tidak bisa jawab. Apa jawaban kamu?

Ati                  Karena pupuk mengandung zat hara yang dibutuhkan tumbuhan, bu.

Guru          :      Amir, Budi….. bukunya dibaca, jangan dianggurin saja ya!

 

Di atas adalah dialog imajinatif yang mungkin saja terjadi di kelas. Model serupa pun bisa terjadi di kampung ketika fasilitator bertanya pada warga masyarakat. Fasilitator bertanya lalu ketika muncul satu jawaban, dia secara cepat mencari tanggapan dari warga lain lain, terutama, yang dipikirnya akan memberi jawaban yang lebih akurat.

 

Apa yang terjadi pada murid ataupun warga yang telah memberikan tanggapan namun tampak diabaikan sang fasilitator. Bagaimana perasaan murid ketika melihat gurunya memberi punggung (mungkin akan menulis di papan) ketika si murid menyampaikan jawabannya? Atau guru malah bertanya pada murid lain, menandakan bahwa jawabannya salah.

 

Tanpa sengaja, fasilitator yang cepat mengabaikan tanggapan warga/ murid sebetulnya tengah menggoyahkan kepercayaan wara/ murid terhadap dirinya sendiri. Warga merasa kurang dihargai, padahal menyampaikan pendapat buat sebagian warga merupakan usaha emosional yang cukup besar (menanggung malu, tidak percaya diri dll). Bagi murid, pengabaian dapat membuatnya merasa dirinya  tidak berarti, sehingga bisa mempengaruhi rasa percaya diri dan hormat terhadap guru.

 

Mendengarkan secara aktif atas tanggapan warga/ jawaban murid adalah salah satu cara menunjukkan penghargaan. Menghargai pada akhirnya akan mendorong pihak yang dihargai memberi penghargaan, sebagai timbal balik.

 

Guru          :       Siapa yang tahu kenapa tumbuhan yang diberi pupuk tumbuh subur?

                           Hmmmm, coba Amir jawab!

Amir          :       Karena tumbuhan suka pupuk, bu…

Guru          :       Suka karena…..?

Amir          :       Hmmm pupuk mengandung makanan untuk tumbuhan, bu..

Guru          :       Makanan atau disebut juga…?

Amir          :       hmmm…apa bu ya? hmm…kalau tidak salah, zat hara….

Guru          :       Sip, hebat kamu, Amir!       

Amir          :       (terimakasih bu guru, dalam hati)…..

 

Risang Rimbatmaja 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 180 + 3 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile