Mencegah anak didik menyontek

28 Mei 2012 - Posted by admin

Mencegah anak didik menyontek

Siapapun, termasuk murid, pasti setuju bahwa mencontek adalah perbuatan tercela. Meski demikian, menurut McCabe & Trevino (1996), dari studi ke studi lainnya selama beberapa dekade, mencontek tetap saja menjadi perilaku sebagian besar murid. Kenyataan di Indonesia bisa jadi tidak jauh berbeda.

 

Temuan-temuan studi tentang mencontek juga menunjukkan bahwa guru fasilitatif sebetulnya dapat berperan banyak dalam mencegah anak didik. Bahkan, mungkin perannya sangat vital.

 

Studi McCabe, Trevino dan Butterfield (2011) menemukan bahwa faktor paling signifikan yang memutuskan murid mencontek adalah pengaruh teman sebaya (peer influence). Karena itulah, peran guru fasilitatif menjadi penting, khususnya untuk merubah norma dalam kelompok murid.

 

Jadi, selain menerapkan langkah-langkah seperti 1) menyampaikan dan menegakkan dengan tegas peraturan terkait dengan contek mencontek, 2) mengurangi beban mental murid dalam belajar/ berprestasi dan lain-lain, guru fasilitatif pun perlu mengembangkan norma (tidak tertulis) di kalangan murid tentang perilaku contek mencontek.

 

Karena norma tidak bisa dipaksakan dan hanya bisa berkembang dan menguat akibat pembicaraan dan consensus murid, maka guru fasilitatif perlu menjadi fasilitator yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan, seperti apa yang perlu kita lakukan agar kita tidak mencontek? Apa yang kita lakukan terhadap murid yang mencontek?

 

Karena guru fasilitatif percaya bahwa murid memiliki kemampuan akal dan kekuatan hati, maka biarlah murid-murid sendiri yang menentukan dan mengembangkan norma-norma itu. Risang Rimbatmaja 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 191 + 1 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile