Partisipasi Masyarakat dan Billboard

03 Juni 2012 - Posted by admin

Bulan Februari lalu penulis berkunjung ke Kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan, sekitar 30 km dari Kota Makassar. Di satu desa dijumpai cerita menarik tentang billboard (papan reklame besar). Di sisi jalan raya tampak beberapa billboard, ukuran lumayan besar, berisi pesan-pesan kesehatan.  Salah satunya “Ayo, periksakan kehamilan ke Bidan”.

 

Dari ibu-ibu kader Posyandu, billboard itu ternyata buatan masyarakat sendiri secara swadaya. Mereka ramai-ramai membeli material, menggambar/ menulis dan mendirikannya di sisi jalan.  

 

Jadi, media itu bukan dibikin Dinas Kesehatan atau Pemerintah Kabupaten, seperti yang umumnya terjadi. Isi pesannya pun ditentukan masyarakat sendiri. Tidak ada sponsor atau orang-orang dinas yang mendiktekan.

 

Karena dibuat sendiri, masyarakat ternyata jadi punya rasa memiliki. Setidaknya itu terlihat ketika angina kencang merubuhkan beberapa billboard.

 

“Pernah roboh, tetapi masyarakat  kemudian mendirikannya kembali”, kata seorang bidan desa yang dijumpai penulis. Penulis teringat ketika billboard berjatuhan di Jakarta sewaktu hujan dan anagin besar. Beberapa menghalangi jalan. Beberapa billboard yang rubuh bahkan sampai merusak mobil yang tengah diparkir.

 

Seingat penulis, tidak ada pihak yang mendirikan kembali kecuali perusahaan yang sudah membayar kontrak ruang pendirian billboard. Sementara, dinas terkait biasanya hanya meminggirkan saja agar tidak menghalangi jalan. Masyarakat, khususnya yang menjadi korban (entah terganggu perjalanan akibat macet atau yang ketimpaan), mungkin menyumpahi kehadiran billboard itu. Maulana Hasan

 

 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 179 + 2 =

Artikel Refleksi & Riset Lainnya :



Versi Mobile