Refleksi & Riset

Agar tidak memicu self-censorship

02 Januari 2018 - Posted by admin
Agar tidak memicu self-censorship Sederhananya, Self-Censorship (disingkat SC) adalah tidak mengatakan apa yang sebetulnya dipikirkan. Atau dalam bentuk ekstrim, tidak mengatakan apapun. Siswa melakukan SC ketika merasa lingkungannya tidak nyaman. Semisal, saat berpendapat, kawan-kawan di kelas mengejek atau bentuk lain yang tidak kalah menekan, tidak menganggap penting. Sekali mengalaminya atau melihat kawan lain mengalaminya, siswa terdorong melakukan SC. Dia akan menahan ...selengkapnya »

Beda kelas yang partisipatif dengan kovensional – bagian 2

20 Desember 2017 - Posted by admin
Beda kelas yang partisipatif dengan kovensional – bagian 2 Ciri kedua menurut Kaner (2007) merujuk pada sikap dan perilaku anggota kelas itu sendiri. Di kelas yang konvensional anggota sering menginterupsi satu sama lain. Sementara, di kelas yang partisipatif, anggota saling memberi ruang untuk berpikir dan menyampaikan pendapat. Biasanya, perilaku saling menginterupsi bersumber dari pemahaman kelas sebagai arena kompetisi semata. Karena itu, anggota kelas berlomba-lomba mengemukakan ide atau bahkan ...selengkapnya »

Beda kelas partisipatif dengan konvensional - bagian 1

16 Desember 2017 - Posted by admin
Beda kelas partisipatif dengan konvensional - bagian 1 Mengadopsi Kaner (2007), setidaknya ada 12 ciri yang membedakan kelas partisipatif dengan yang konvensional. Yang pertama, dalam kelas yang partisipatif, semua berbagi pendapat dan pengalaman. Di kelas konvensional, yang banyak bicara biasanya hanya yang vokal, yang biasanya berjumlah sedikit. Yang berpikir cepat dan lebih artikulatif-lah yang mendapat waktu bicara yang lebih banyak. Yang penakut, pemalu, pendiam, atau gugupan, lebih sering ...selengkapnya »

Sulitnya mendapat laporan dini tentang bullying

11 Agustus 2017 - Posted by admin
Sulitnya mendapat laporan dini tentang bullying Berita bullying seperti tak ada habisnya. Dan guru biasanya baru tahu setelah kejadian yang serius. Itu pun kerap kali via medsos. Mengapa korban atau saksi tidak melaporkan ke guru lebih dini, sejak mulai mengalami kekerasan? Orang dewasa cenderung menyalahkan anak, korban itu sendiri. Pikir kita, mestinya mereka lapor sehingga tidak jatuh korban. Tampaknya kita lupa bahwa komunikasi itu bukan urusan perkara melaporkan informasi, meski ...selengkapnya »

Urusan bangku (lagi) dan interaksi siswa

09 Agustus 2017 - Posted by admin
Urusan bangku (lagi) dan interaksi siswa Hari pertama sekolah selalu menjadi berita. Salah satunya, tentang anak yang datang subuh-subuh mencari bangku dengan posisi nyaman. Kalau kesiangan, sisa yang didapat. Cerita keponakan saya tahun lalu kurang lebih sama. Dia datang terlambat. Tersisa bangku barisan belakang. Itu pun tidak sempurna. Senderannya tidak ada. Kasusnya mungkin lebih banyak berlaku di sekolah negeri, termasuk yang favorit, atau swasta yang biasa-biasa saja. Tapi hak ...selengkapnya »

Saatnya memanusiakan pembelajar Pancasila

06 Juni 2017 - Posted by admin
Saatnya memanusiakan pembelajar Pancasila Meski bukan headline, pendidikan Pancasila kembali disebut-sebut dalam berita. Presiden dikabarkan dalam waktu dekat akan mengangkat Unit Kepala Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), yang salah satunya mengurusi cara baru pembelajaran Pancasila.Sebagai fasilitator, tentu berharap pembelajaran Pancasila menjadi lebih partisipatif dan berfokus pada manusia. Dengan kata lain, proses belajarnya nguwongke (memanusiakan). Dalam ...selengkapnya »

Bertanya tidak selalu baik

28 Mei 2017 - Posted by admin
Bertanya tidak selalu baik Pekerjaan utama pendamping adalah bertanya. Di atas kertas, dengan bertanya, pendamping terlihat menghargai pengetahuan, pengalaman dan kemampuan dampingannya. Namun, sesungguhnya, bertanya tidak selalu berarti baik. Tanpa disadari, bertanya juga bisa ditangkap sebagai perilaku buruk. Pengalaman menjadi observer di beberapa penelitian tentang guru menghasilkan catatan tentang perilaku bertanya dan impresinya, sbb. Bertanya untuk menguji. Di ...selengkapnya »

Di dalam birokrasi itu manusia

28 Mei 2017 - Posted by admin
Di dalam birokrasi itu manusia Ada feedback menarik dari sebuah forum ASN (Aparatur Spil Negara, dahulu PNS) yang diselenggarakan Bappeda sebuah kota. Forum yang ikut difasilitasi Lapangan Kecil, menurut panitia, mendapat tanggapan positif sejumlah partisipan. Katanya, mereka merasa di-wong-ke atau di-orang-kan dalam forum itu. Feedback itu memang tidak bisa kami gali lebih jauh, karena sebatas laporan lisan pada panitia. Namun, setidaknya, feedback itu mengindikasikan bahwa ...selengkapnya »

Pesan yang mengena tapi menyakitkan

24 Mei 2017 - Posted by admin
Pesan yang mengena tapi menyakitkan Mengena di sini maksudnya mendapatkan perhatian, dipikirkan, dirasakan dan disetujui khalayak sasaran. Sementara, menyakitkan berarti membuat perasaan negatif, disetujui tapi membuat sakit hati, sedih, dll. Ini kejadian saat memfasilitasi diskusi sekelompok warga Bekasi beberapa waktu lalu. Saat berdiskusi tentang air, kebersihan diri dan kesehatan lingkungan, topiknya bergulir ke isu diare. Menyangkut bahaya diare bagi anak, warga dengan ...selengkapnya »

Advokasi yang menjengkelkan

25 April 2017 - Posted by admin
Advokasi yang menjengkelkan Dalam setahun terakhir, beberapa kali kami mengikuti “kegiatan advokasi” yang dilakukan pemerintah pusat pada pemerintah daerah. Hanya mengikuti secara pasif, karena kegiatan kami biasanya berlangsung agak setelah kegiatan advokasi (pelatihan, fasilitasi perencanaan operasional, dll). Kegiatan yang disebut “kegiatan advokasi” mengambil beragam bentuk, namun umumnya berbentuk pertemuan, seperti seminar, diskusi publik, ...selengkapnya »

Versi Mobile